Sinode Germita Siapkan Pencanangan Desa Eko Teologi di Talaud
- account_circle (**/VAN)
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- visibility 110
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum Sinode Germita DR Arnold Apolos Abbas bersama Menteri Agama RI KH DR Nazaruddin Umar dalam pertemuan di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Selasa (18/8/2026), membahas rencana pencanangan Desa Eko Teologi di Kabupaten Kepulauan Talaud.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONEWS5 COM — Sinode Gereja Masehi Injili di Talaud (Germita) mematangkan rencana pencanangan Desa Eko Teologi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sebagai bagian dari implementasi program Kementerian Agama RI tentang harmoni manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Program tersebut ditargetkan mulai dicanangkan pada Oktober 2026.
Rencana itu dibahas langsung Ketua Umum Sinode Germita DR Arnold Apolos Abbas, M.Th. bersama Menteri Agama RI KH DR Nazaruddin Umar, M.A. dalam pertemuan di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat penerapan program berbasis ekologi di wilayah Kepulauan Talaud yang berada di kawasan perbatasan Indonesia. Sinode Germita menilai isu lingkungan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan keagamaan dan tanggung jawab masyarakat dalam menjaga wilayah terluar Indonesia.
Arnold mengatakan, gagasan Desa Eko Teologi merupakan bentuk keseriusan Sinode Germita menerjemahkan program Kementerian Agama ke dalam gerakan nyata di tengah masyarakat.
“Ini diseriusi Sinode Germita sebagai implementasi tiga program harmonis antara manusia beragama dengan lingkungannya,” ujar Arnold.
Program Kementerian Agama yang menjadi rujukan tersebut mencakup Harmoni Manusia dengan Tuhan, Harmoni Manusia dengan Sesama, serta Harmoni Manusia dengan Alam dan Lingkungan atau Ekologi.
Menurut Arnold, konsep tersebut dinilai relevan diterapkan di Talaud karena karakter wilayah kepulauan dan posisinya sebagai daerah perbatasan membutuhkan perhatian serius terhadap keberlanjutan lingkungan.
Setelah pertemuan dengan Menteri Agama, Sinode Germita juga melakukan koordinasi dengan Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah untuk mempersiapkan pelaksanaan program tersebut di daerah.
“Respons Bupati Talaud sangat positif. Tujuannya demi meminimalisasi kerusakan lingkungan di beranda utara NKRI,” kata Arnold.
Dalam pembahasan itu, Ketua Panitia Sidang Lengkap Majelis Sinode Germita Tahun 2027, Godfried Timpua, turut menyampaikan rencana mengundang Menteri Agama RI dalam agenda gerejawi yang akan dilaksanakan di Talaud.
Selain menghadiri agenda tersebut, Menteri Agama diharapkan dapat menjadi narasumber dalam pembahasan mengenai moderasi beragama dan nasionalisme, khususnya dalam konteks kehidupan masyarakat di daerah perbatasan.
Usai bertemu Menteri Agama, Arnold melanjutkan koordinasi dengan Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI DR Jeane M. Tulung. Pertemuan tersebut membahas lebih rinci kesiapan Sinode Germita dalam menjalankan program Desa Eko Teologi.
“Kepada Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, kami menyampaikan rincian kesiapan Sinode Germita atas program tersebut. Kita tinggal melakukan koordinasi lagi dan memantapkannya dengan Pak Gubernur Sulut,” jelas Arnold.
Sinode Germita selanjutnya akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta pemangku kepentingan di Kabupaten Kepulauan Talaud. Dukungan masyarakat juga dinilai penting agar pencanangan Desa Eko Teologi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan.
Arnold menegaskan bahwa keseimbangan lingkungan merupakan salah satu persoalan penting yang membutuhkan tindakan konkret.
“Menjaga keseimbangan lingkungan merupakan salah satu isu sentral yang urgensinya tidak dapat ditawar-tawar lagi,” tegasnya.
Dengan posisi Talaud sebagai wilayah kepulauan dan kawasan perbatasan, program Desa Eko Teologi diharapkan dapat mempertemukan nilai keagamaan dengan kepedulian ekologis sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
- Penulis: (**/VAN)



Saat ini belum ada komentar