Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Jelang HUT ke-81 RI, Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Bulan Bintang Berkibar hingga Garuda Diinjak-injak

Jelang HUT ke-81 RI, Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Bulan Bintang Berkibar hingga Garuda Diinjak-injak

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • visibility 250
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ACEH, PRONEWS5.COM- Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana di Banda Aceh justru diwarnai kericuhan saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Kericuhan terjadi di kawasan Masjid Raya Baiturrahman dan kemudian meluas hingga Pendopo Gubernur Aceh.

Sejumlah massa mengibarkan bendera Bulan Bintang, sementara dalam perkembangan berikutnya terjadi pencopotan simbol negara, termasuk ornamen Garuda Pancasila yang dilaporkan diinjak-injak.

Peristiwa tersebut terjadi hanya sehari sebelum HUT ke-81 RI yang diperingati pada 17 Agustus 2026.

Momentum ini membuat insiden di Aceh menjadi perhatian karena berlangsung saat masyarakat Indonesia tengah bersiap memperingati hari kemerdekaan.

Kericuhan bermula dari kegiatan zikir dan doa bersama di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh datang mengikuti kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan 21 tahun penandatanganan MoU Helsinki.

Suasana yang awalnya berlangsung tertib berubah tegang setelah sejumlah peserta mengibarkan bendera Bulan Bintang.

Aparat keamanan kemudian berupaya melakukan penertiban terhadap pengibaran bendera tersebut.

Situasi semakin memanas ketika sebagian massa melakukan perlawanan.

Terjadi aksi saling lempar menggunakan batu dan botol hingga aparat mengambil tindakan untuk membubarkan massa.

Polisi dilaporkan menggunakan gas air mata untuk mengendalikan situasi. Sejumlah orang mengalami luka dalam kericuhan tersebut.

Situasi tidak berhenti di kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Sebagian massa kemudian bergerak menuju Pendopo Gubernur Aceh.

Di lokasi tersebut, terjadi aksi pencopotan bendera Merah Putih serta ornamen Garuda Pancasila.

Dalam sejumlah dokumentasi yang beredar, simbol Garuda terlihat berada di jalan dan diinjak-injak.

Bendera Bulan Bintang juga terlihat berkibar di kawasan Pendopo Gubernur Aceh.

Aksi tersebut menambah serius situasi karena terjadi terhadap simbol-simbol yang berkaitan dengan identitas negara dan berlangsung menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pengibaran bendera Bulan Bintang di Aceh memiliki latar belakang sejarah yang panjang.

Bendera tersebut berkaitan dengan sejarah Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan konflik bersenjata yang berlangsung selama bertahun-tahun sebelum tercapainya perdamaian melalui MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Di sisi lain, Aceh memiliki Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh yang mengatur desain bendera daerah.

Namun, penerapan bendera tersebut juga berhadapan dengan regulasi pemerintah pusat.

Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah mengatur mengenai penggunaan lambang daerah, termasuk ketentuan yang berkaitan dengan simbol yang memiliki persamaan dengan organisasi atau gerakan separatis.

Karena itu, persoalan bendera Bulan Bintang bukan sekadar persoalan simbol. Di dalamnya terdapat sejarah konflik, identitas Aceh, regulasi daerah dan ketentuan hukum nasional yang harus ditempatkan dalam satu konteks.

Kericuhan ini terjadi tepat pada peringatan 21 tahun MoU Helsinki.

Kesepakatan yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 tersebut menjadi tonggak berakhirnya konflik bersenjata antara Pemerintah Indonesia dan GAM.

Selama lebih dari dua dekade, perdamaian Aceh telah mengubah wajah provinsi tersebut.

Namun, peristiwa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 memperlihatkan masih adanya persoalan yang sensitif, terutama berkaitan dengan identitas, kesejahteraan dan implementasi berbagai kesepakatan pascaperdamaian.

Di tengah suasana tersebut, aparat keamanan kemudian melakukan pengamanan dan pengendalian massa untuk mencegah kericuhan meluas.

Yang membuat peristiwa ini semakin menjadi perhatian adalah waktunya.

Kericuhan berlangsung ketika seluruh daerah di Indonesia tengah mempersiapkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di Aceh, suasana peringatan kemerdekaan harus beriringan dengan persoalan yang kembali mengemuka pada momentum Hari Damai.

Pencopotan dan aksi terhadap simbol negara juga menjadi catatan serius yang tidak dapat dilepaskan dari konteks hukum dan ketertiban umum.

Namun demikian, setiap dugaan pelanggaran hukum tetap harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan.

Aparat penegak hukum perlu memastikan siapa yang melakukan tindakan tersebut, bagaimana rangkaian peristiwanya, serta pasal apa yang relevan berdasarkan bukti yang ditemukan.

Peristiwa 15 Agustus 2026 akhirnya tidak hanya menjadi catatan dalam peringatan 21 tahun MoU Helsinki, tetapi juga menjadi ujian bagi keberlanjutan perdamaian Aceh.

Di satu sisi, aspirasi masyarakat dan persoalan yang belum terselesaikan perlu mendapatkan ruang untuk disampaikan. Namun di sisi lain, penyampaian aspirasi tetap harus dilakukan tanpa kekerasan dan tindakan yang merusak simbol maupun fasilitas negara.

Menjelang HUT ke-81 RI, situasi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga perdamaian bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

  • Penulis: (**/ARP)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • URC Polres Kotamobagu Intensifkan Patroli Cegah Gangguan Kamtibmas

    URC Polres Kotamobagu Intensifkan Patroli Cegah Gangguan Kamtibmas

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 173
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM — Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Satreskrim Polres Kotamobagu mengintensifkan patroli cipta kondisi di sejumlah wilayah untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta merespons cepat informasi dari warga. Patroli yang berlangsung Sabtu (15/8/2026) tersebut dipimpin jajaran Satreskrim di bawah kendali Kasat Reskrim Polres Kotamobagu IPTU Ahmad Waafi, sebagai bagian dari upaya […]

  • Kebun Raya Ratatotok Warisan Tambang yang Kini Dihadang Ancaman PETI

    Kebun Raya Ratatotok Warisan Tambang yang Kini Dihadang Ancaman PETI

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 94
    • 0Komentar

    MITRA, PRONEWS5.COM — Kawasan bekas tambang emas Bukit Mesel di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, menyimpan perjalanan panjang dari kawasan eksploitasi mineral menjadi hamparan hutan hijau yang diperuntukkan bagi konservasi, penelitian, pendidikan dan pariwisata. Kawasan yang dikenal sebagai Kebun Raya Megawati Soekarnoputri itu memiliki luas sekitar 221 hektare. Sebelum berubah menjadi kawasan […]

  • Prabowo Bongkar Kabinet 18 Pejabat Bergeser Suyudi Pimpin Polri Listyo Sigit Jadi KSP

    Prabowo Bongkar Kabinet 18 Pejabat Bergeser Suyudi Pimpin Polri Listyo Sigit Jadi KSP

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 240
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Presiden Prabowo Subianto kembali mengubah susunan pemerintahan dengan melantik 18 pejabat baru dalam reshuffle ketujuh Kabinet Merah Putih. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026), dengan perubahan mencakup jajaran menteri koordinator, menteri teknis, wakil menteri, pimpinan badan, Ombudsman hingga pucuk pimpinan Polri. Salah satu perubahan paling menonjol terjadi di tubuh […]

  • Sungai-Sungai Halmahera Menjerit, LATAMLA Desak Moratorium Tambang Total

    Sungai-Sungai Halmahera Menjerit, LATAMLA Desak Moratorium Tambang Total

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 250
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Di tengah gegap gempita hilirisasi nikel yang digadang-gadang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional, suara lain justru datang dari perut bumi Halmahera. Bukan suara kemajuan, melainkan mengungkapkan sungai-sungai yang perlahan kehilangan nyawa. Lembaga Advokasi Tambang dan Laut (LATAMLA) mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera memberlakukan moratorium aktivitas pertambangan di Maluku Utara. Desakan itu […]

  • Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle rafael
    • visibility 487
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Peringati Hari Proklamasi Polisi, Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri 2026 di Surabaya

    Peringati Hari Proklamasi Polisi, Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri 2026 di Surabaya

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle (**/BEN)
    • visibility 121
    • 0Komentar

    SURABAYA, PRONEWS5.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, memimpin Upacara Hari Juang Polri Tahun 2026 di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Polisi Istimewa Surabaya sekaligus menghidupkan kembali semangat pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, mendukung pembangunan, dan mendorong kemajuan bangsa. Hari Juang Polri diperingati setiap […]

expand_less