Resmi Jabat Sekprov, Tahlis Gallang Hadapi Tantangan Berat Reformasi Birokrasi Sulut
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- visibility 208
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus saat melantik Tahlis Gallang sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulut di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Senin (4/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONews5.com — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, resmi melantik Tahlis Gallang sebagai Sekretaris Daerah (Sekprov) Provinsi Sulawesi Utara, dalam prosesi di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur, Senin (4/5/2026).
Pelantikan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 41/TPA Tahun 2026 yang ditetapkan pada 15 April 2026, sekaligus menutup rangkaian panjang proses seleksi jabatan strategis di lingkup Pemerintah Provinsi Sulut.
Dalam prosesi pelantikan, Gubernur memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan dan menyampaikan penegasan terhadap tanggung jawab besar yang kini diemban Sekprov.
“Saya percaya saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” tegas Yulius.
Namun, pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif.
Momentum tersebut menjadi sinyal kuat arah baru reformasi birokrasi di Sulawesi Utara.
Gubernur secara eksplisit menempatkan posisi Sekprov sebagai “mesin utama” penggerak pemerintahan daerah, dengan tuntutan percepatan kinerja birokrasi yang selama ini dinilai masih tersendat, terutama dalam koordinasi lintas perangkat daerah.
Sekprov adalah kunci. Kinerja pemerintahan harus lebih cepat, tepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Yulius, menegaskan dorongan percepatan reformasi.
Penegasan ini mencerminkan tekanan publik yang semakin tinggi terhadap pelayanan pemerintahan yang transparan, responsif, dan akuntabel. Dalam konteks tersebut, Sekprov menjadi titik krusial untuk memastikan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota berjalan efektif.
Dengan rekam jejak birokrasi yang panjang, Tahlis Gallang diharapkan mampu memutus pola lama yang lamban dan menggantinya dengan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, terukur, serta berorientasi pada hasil.
Pelantikan turut dihadiri Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Ketua DPRD Sulut, unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Sulut, serta jajaran pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov Sulut.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar