Sekjen PWI Wafat, Maemossa: “Selamat Jalan Sahabatku Zulmansyah Sekedang”
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
- visibility 371
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kiri: Vanny Loupatty (Maemossa). Kanan: Zulmansyah Sekedang. Momen kebersamaan keduanya saat bertemu dalam Kongres Persatuan Wartawan Indonesia, yang kini menjadi kenangan usai wafatnya Zulmansyah Sekedang. (Foto: istimewa/Van)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Kabar duka menyelimuti dunia pers nasional. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan, Jakarta, akibat serangan jantung.
Kepergian tokoh pers ini mengejutkan banyak kalangan, termasuk wartawan senior Sulawesi Utara, Vanny Loupatty atau yang akrab disapa Maemossa.
Maemossa yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi (Pemred) PRONEWS5.COM mengaku sangat terpukul atas kabar wafatnya Zulmansyah.
Ia mengungkapkan, sehari sebelum kabar duka itu beredar, dirinya masih sempat berkomunikasi dengan almarhum melalui pesan WhatsApp.
“Saya kemarin masih sempat berbincang lewat WhatsApp dengan beliau. Kaget sekali dengar kabar ini,” ujar Maemossa.
Menurutnya, Zulmansyah dikenal sebagai sosok yang baik, idealis, serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga persatuan di tubuh organisasi wartawan terbesar di Indonesia tersebut.
“Beliau sosok yang baik, idealis, dan figur pemersatu. Selamat jalan sahabatku, Zulmansyah Sekedang,” ucapnya penuh duka.
Diketahui, Maemossa pernah dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulawesi Utara saat terjadi dualisme kepemimpinan di tubuh PWI.
Pada periode itu, Zulmansyah merupakan Ketua PWI Pusat versi Kongres Luar Biasa (KLB) yang mengemban tugas strategis untuk memimpin konsolidasi organisasi.
Ia juga berperan penting dalam proses rekonsiliasi internal hingga akhirnya PWI kembali bersatu melalui Kongres PWI 2025 di Cikarang.
Dalam forum tersebut, Akhmad Munir atau Cak Munir terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030, sementara Zulmansyah dipercaya menjabat Sekjen hingga akhir hayatnya.
Peran Zulmansyah dinilai krusial dalam menjaga stabilitas organisasi, terutama saat PWI menghadapi konflik internal yang sempat mengancam soliditas di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Utara.
Maemossa pun berharap semangat dan keteladanan almarhum dapat diteruskan oleh seluruh anggota PWI, khususnya di Sulut.
“Saya berharap semua teman-teman PWI Sulut dapat mencontohi semangat beliau dalam membesarkan organisasi. Merangkul, rendah hati, dan menjadi teladan dalam menjaga marwah PWI,” pungkasnya.
Kepergian Zulmansyah Sekedang menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik Indonesia.
Sosoknya yang dikenal sebagai pemersatu di tengah dinamika organisasi diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi insan pers dalam menjaga profesionalisme dan integritas.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar