Breaking News: MEP Resmi Nahkodai Golkar Sulut, Terpilih Aklamasi di Musda XI
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
- visibility 613
- comment 0 komentar
- print Cetak

Michaela Elsiana Paruntu (MEP)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Utara (Sulut) yang digelar pada Sabtu, 11 April 2026, menetapkan Michaela Elsiana Paruntu (MEP) sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut untuk masa bakti 2025–2030.
Keputusan tersebut diambil dalam sidang pleno yang dipimpin oleh unsur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, dengan Ketua Pimpinan Sidang Hakim Komarudin, didampingi Sekretaris Sidang Raski Mokodompit, serta anggota sidang dari unsur DPD II dan organisasi pendiri maupun yang didirikan.
Dalam forum resmi tersebut, Raski Mokodompit membacakan langsung surat keputusan penetapan yang mengesahkan MEP sebagai ketua terpilih. Penetapan ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh tahapan Musda XI yang berlangsung dinamis namun kondusif.
“Keputusan pertama, menetapkan dan mengesahkan saudari Michaela Elsiana Paruntu sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara masa bakti 2025–2030. Kedua, memberikan kewenangan kepada ketua terpilih untuk menyusun komposisi kepengurusan. Ketiga, keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan,” ujar Raski saat membacakan hasil sidang.
Terpilihnya MEP memperkuat posisinya sebagai figur sentral di tubuh Golkar Sulut. Ia dipercaya menakhodai partai berlambang pohon beringin tersebut dalam menghadapi agenda politik ke depan, termasuk konsolidasi internal dan persiapan menuju kontestasi elektoral.
Musda XI Golkar Sulut sendiri menjadi momentum penting bagi restrukturisasi dan penguatan organisasi, sekaligus menunjukkan soliditas kader dalam menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat provinsi.
Profil Michaela Elsiana Paruntu (MEP)
dr. Michaela Elsiana Paruntu, M.A.R.S., yang akrab disapa MEP, lahir di Nottingham, Inggris, pada 1 Oktober 1982.
Ia merupakan putri bungsu dari pasangan Alm. Prof. Dr. Ir. Jopie Paruntu, mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi, dan Alm. Jenny Johana Tumbuan. Latar belakang keluarga akademisi dan birokrasi tersebut membentuk fondasi kuat bagi MEP dalam memahami tata kelola pemerintahan, pendidikan, serta pelayanan publik sejak usia dini.
MEP menempuh pendidikan kedokteran sebelum melanjutkan studi di bidang manajemen rumah sakit, yang mengantarkannya meraih gelar Magister Administrasi Rumah Sakit (M.A.R.S.).
Kombinasi keilmuan medis dan manajerial ini menjadi bekal penting dalam membangun perspektifnya terhadap sektor kesehatan, khususnya dalam hal pelayanan publik dan kebijakan kesehatan daerah.
Dalam karier politiknya, MEP saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Utara periode 2024–2029. Ia dikenal aktif dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, serta kerap mendorong isu-isu strategis seperti peningkatan kualitas layanan kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ekonomi daerah.
Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara, sebuah posisi strategis yang menempatkannya di garda depan dalam mengonsolidasikan kekuatan politik partai di daerah. Di bawah kepemimpinannya, Partai Golkar Sulawesi Utara berupaya memperkuat basis elektoral serta meningkatkan peran kader dalam pembangunan daerah.
Di lingkungan keluarga, MEP dikenal sebagai adik kandung dari Christiany Eugenia Paruntu, mantan Bupati Minahasa Selatan dua periode yang memiliki pengaruh besar dalam peta politik Sulawesi Utara. Kedekatan dengan figur politik senior tersebut turut memperkaya pengalaman dan jaringan politiknya.
Dalam berbagai kesempatan, MEP juga dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat, terutama dalam kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan. Ia kerap terlibat dalam program-program kemanusiaan, edukasi kesehatan, serta advokasi terhadap kelompok rentan.
Sebagai seorang dokter sekaligus politisi, MEP merepresentasikan perpaduan antara profesionalisme dan kepemimpinan politik. Dengan pengalaman, latar belakang, serta jejaring yang dimilikinya, ia dipandang sebagai salah satu figur perempuan potensial yang terus memainkan peran penting dalam dinamika politik dan pembangunan di Sulawesi Utara
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar