Polda Sulut Akhirnya Angkat Bicara soal Mundurnya Aipda Vicky Katiandagho
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
- visibility 10.150
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Gambar: Ist/Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait viralnya video yang menarasikan pengunduran diri anggota Polri, Aipda Vicky Aristo Katiandagho (VAK), di media sosial.
Melalui Kepala Bidang Humas, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, Polda Sulut menegaskan bahwa informasi yang beredar telah mengalami distorsi dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
“Hasil klarifikasi oleh Paminal Bidpropam menunjukkan narasi yang berkembang di media sosial adalah tidak benar atau hoaks,” tegas Alamsyah, Jumat (3/4/2026).
Alamsyah menjelaskan, video yang viral tersebut merupakan dokumentasi pribadi Aipda VAK yang dibuat sebagai kenang-kenangan menjelang masa pensiunnya yang efektif per 1 April 2026.
Ia menegaskan, dalam video asli tidak terdapat pernyataan pengunduran diri maupun kritik terhadap institusi Polri.
“Isi video hanya ucapan terima kasih dan penghargaan kepada institusi Polri. Tidak ada narasi negatif seperti yang beredar,” jelasnya.
Namun, video tersebut kemudian beredar luas setelah diedit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menambahkan teks provokatif yang menyesatkan publik.
Polda Sulut menegaskan bahwa Aipda VAK merupakan korban penyalahgunaan konten digital. Ia tidak pernah memberikan izin kepada pihak mana pun untuk mengubah maupun menyebarluaskan video tersebut dengan narasi tambahan.
“Yang bersangkutan tidak terlibat dalam penyebaran konten hoaks. Loyalitasnya terhadap Polri tetap terjaga, bahkan dalam video ia menegaskan ‘Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara’,” ungkap Alamsyah.
Terkait isu mutasi Aipda VAK ke Polres Kepulauan Talaud yang turut dikaitkan dengan video tersebut, Polda Sulut memastikan bahwa hal itu merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang wajar.
“Mutasi adalah hal lumrah dalam tubuh Polri, bagian dari Tour of Duty dan Tour of Area untuk penyegaran organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tugas-tugas yang sedang ditangani akan dilanjutkan oleh pejabat pengganti sesuai prosedur.
Fakta lain yang diungkap, Aipda VAK telah mengajukan pengunduran diri sejak tahun 2025 atas kemauan pribadi, bukan karena sanksi, tekanan, atau kasus tertentu sebagaimana yang berkembang di publik.
“Ini murni keputusan pribadi, bukan karena pemecatan atau persoalan lain,” tegasnya.
Sebelumnya, video Aipda Vicky Katiandagho yang memberi hormat lalu bersujud di halaman Mapolda Sulut viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi.
Dalam video tersebut, ia terlihat keluar dari lingkungan Mapolda Sulut bersama istri dan anaknya, kemudian berhenti, memberi hormat, bersujud, lalu meninggalkan lokasi.
Peristiwa itu menyedot perhatian publik, terutama karena yang bersangkutan diketahui pernah menjabat sebagai Kanit Pidsus/Tipikor Polres Minahasa dan tengah menangani perkara dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Sejumlah spekulasi bahkan mengaitkan mutasi yang bersangkutan dengan dugaan intervensi, termasuk isu keterlibatan pihak-pihak tertentu yang disebut memiliki kedekatan dengan oknum di lingkungan Polda Sulut. Namun, hingga kini belum ada bukti resmi yang menguatkan klaim tersebut.
Polda Sulut mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak, tidak langsung percaya pada konten yang telah diedit dan dipelintir. Pastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” pungkas Alamsyah.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar