BULOG Kirim 2.280 Ton Beras Premium ke Arab Saudi
- account_circle rafael
- calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
- visibility 398
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONews5.com – Pemerintah Republik Indonesia resmi melepas ekspor perdana sebanyak 2.280 ton beras cadangan beras pemerintah (CBP) premium ke Arab Saudi. Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Gudang Perum BULOG, Rabu (4/3/2026).
Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, ekspor perdana ini menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat posisi sebagai negara produsen beras yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memasok pasar internasional.
Menurutnya, langkah ekspor tersebut didukung oleh kondisi stok beras nasional yang saat ini sangat memadai. Ia menyebutkan, stok beras pemerintah pada Maret 2026 mencapai sekitar 3,7 juta ton, yang merupakan jumlah terbesar sepanjang sejarah untuk periode tersebut.“Ini adalah ekspor perdana ke Arab Saudi. Momentum ini sangat baik karena produksi dan stok beras kita cukup kuat. Pada bulan Maret ini stok kita mencapai 3,7 juta ton, terbesar sepanjang sejarah untuk bulan Maret,” ujar Amran.Ia menjelaskan, nilai ekspor tahap awal ini diperkirakan mencapai Rp38 miliar.
Selain Arab Saudi, pemerintah juga tengah menjajaki peluang ekspor beras ke sejumlah negara lain, di antaranya Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina. Amran menegaskan bahwa pengiriman beras tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperluas pasar ekspor komoditas pangan nasional.“Ini 2.280 ton, bukan hanya rencana. Ini aksi nyata pemerintah untuk memperkuat ekspor beras Indonesia,” katanya.
Ekspor perdana ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia yang berada di Arab Saudi. Ke depan, pemerintah melihat potensi pasar yang lebih luas karena kebutuhan beras juga mencakup jemaah umrah serta warga Indonesia yang menetap di negara tersebut.
Diperkirakan, jumlah jemaah umrah dan warga Indonesia yang tinggal di Arab Saudi mencapai sekitar 2 juta orang setiap tahun, sehingga membuka peluang peningkatan volume ekspor beras dari Indonesia.“Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa terus kita tingkatkan. Khusus untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia saja diperkirakan mencapai antara 20 ribu hingga 50 ribu ton per tahun,” jelasnya. Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bahwa beras yang diekspor merupakan beras CBP dengan kualitas premium dan standar mutu yang tinggi.
Ia menjelaskan, beras yang dikirim memiliki tingkat pecahan hanya 5 persen dengan kadar air di bawah 14 persen, sehingga kualitasnya lebih tinggi dibanding standar beras premium yang umum beredar di pasar domestik.“Beras yang kita kirim adalah beras terbaik dengan kualitas premium. Tingkat pecahannya hanya 5 persen dengan kadar air di bawah 14 persen. Ini lebih baik dari standar beras premium yang biasanya memiliki pecahan sekitar 15 persen,” ujar Ahmad.
Pemerintah berharap ekspor perdana ini dapat menjadi langkah awal dalam memperluas penetrasi beras Indonesia di pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi sektor pertanian nasional.
[**/IND]
- Penulis: rafael



Saat ini belum ada komentar