Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Aceh Bangkit, Masyarakat Dukung Pemulihan Infrastruktur dan NKRI

Aceh Bangkit, Masyarakat Dukung Pemulihan Infrastruktur dan NKRI

  • account_circle rafael
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 366
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh :  Nadia Khalifa )*

Kehadiran negara di tengah masyarakat Aceh kembali menemukan relevansinya pada momentum pemulihan pascabencana yang masih berlangsung.

Pemerintah menunjukkan keseriusan untuk tidak sekadar hadir secara simbolik, melainkan memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan berkelanjutan, menyentuh kebutuhan riil warga, serta menjaga stabilitas sosial dan politik di daerah.

Dalam konteks ini, dukungan masyarakat Aceh terhadap pemulihan infrastruktur dan penolakan terhadap eksistensi simbol separatis seperti bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menjadi penanda kuat bahwa semangat kebersamaan dan keutuhan nasional tetap terjaga.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat yang tengah menghadapi musibah. Penegasan tersebut disampaikan saat Presiden menyapa masyarakat pada malam pergantian tahun di Desa Batu Hula, Tapanuli Selatan.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan pesan optimisme, keteguhan hati, serta pentingnya gotong royong sebagai fondasi menghadapi tantangan. Kehadiran langsung Presiden di tengah masyarakat terdampak menjadi pesan kuat bahwa negara hadir bukan dari kejauhan, tetapi berdiri bersama rakyat dalam situasi sulit.

Komitmen tersebut diperkuat dengan penugasan para menteri untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif di seluruh wilayah terdampak.

Langkah ini mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang responsif dan terkoordinasi, di mana pengambilan kebijakan didasarkan pada kondisi faktual di lapangan.

Pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama, mengingat bencana kerap berkaitan erat dengan relasi manusia dan alam.

Di Aceh, proses pemulihan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak. Jalan, jembatan, fasilitas publik, serta sarana ekonomi masyarakat membutuhkan perbaikan cepat agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan normal. Dukungan masyarakat terhadap agenda pemulihan ini terlihat dari harapan besar agar pembangunan dilakukan secara adil, merata, dan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang.

Aceh tidak hanya membutuhkan bangunan fisik yang pulih, tetapi juga rasa aman, stabilitas, dan kepercayaan terhadap kehadiran negara.

Dalam situasi pemulihan tersebut, munculnya kembali isu pengibaran bendera GAM menjadi perhatian serius.

Ramainya perbincangan terkait simbol separatis itu dinilai berpotensi mengganggu fokus pemulihan dan memicu kegaduhan sosial. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai bahwa isu tersebut tidak bisa dilepaskan dari adanya upaya-upaya tertentu yang ingin memecah belah persatuan dan mengganggu stabilitas nasional. Ia menekankan bahwa pengamanan yang dilakukan aparat, termasuk TNI, harus mengedepankan pendekatan kemanusiaan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Dave juga mengingatkan pentingnya solidaritas seluruh elemen bangsa dalam menghadapi masa pemulihan.

Menurutnya, masyarakat perlu bersatu padu dan bekerja sama dengan aparat pusat maupun daerah, baik sipil, militer, maupun kepolisian, agar tidak ada ruang bagi agenda-agenda yang bertujuan menciptakan kekacauan. Fokus pemerintah, kata dia, seharusnya tidak boleh teralihkan dari tugas besar melayani masyarakat dan membangun kembali Aceh yang terdampak bencana.

Penolakan masyarakat terhadap eksistensi bendera GAM di ruang publik menunjukkan kedewasaan politik dan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kondusivitas.

Aceh telah melalui perjalanan panjang menuju perdamaian dan stabilitas, sehingga simbol-simbol yang berpotensi membuka luka lama tidak sejalan dengan semangat membangun masa depan.

Dalam konteks pemulihan pascabencana, menjaga persatuan menjadi prasyarat utama agar seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan optimal.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah di Aceh, mulai dari rehabilitasi infrastruktur dasar hingga pemulihan ekonomi masyarakat. Dave Laksono menilai bahwa membangun kembali pertumbuhan ekonomi Aceh membutuhkan kerja sama yang solid dari semua pihak.

Tanpa stabilitas keamanan dan sosial, upaya rekonstruksi akan menghadapi hambatan yang tidak perlu. Oleh karena itu, segala bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu persatuan patut diwaspadai dan ditolak bersama.

Secara keseluruhan, kehadiran pemerintah di Aceh, baik melalui kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto maupun dukungan legislatif dan aparat di lapangan, mencerminkan komitmen negara untuk melindungi dan melayani seluruh rakyatnya.

Dukungan masyarakat terhadap pemulihan infrastruktur serta penolakan terhadap simbol separatis menjadi modal sosial yang berharga.

Dengan semangat gotong royong, kewaspadaan terhadap provokasi, dan fokus pada pembangunan, Aceh memiliki peluang besar untuk bangkit lebih kuat dan melangkah mantap menuju masa depan yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

)* Penulis adalah Pengamat Sosial

Tags
  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Curi Perhatian! Momen MDT Duduk Sebelah Andi Silangen di ToF

    Curi Perhatian! Momen MDT Duduk Sebelah Andi Silangen di ToF

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 220
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM – Kehadiran Anggota Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbeleka (MDT), ikut mencuri perhatian dalam kemeriahan Tournament of Flowers (ToF) TIFF 2026 di pusat Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (8/8/2026). MDT tiba di lokasi saat parade bunga berlangsung. Setibanya di kawasan kegiatan, ia langsung dijemput panitia dan diarahkan menuju panggung utama. Ada momen […]

  • Ternyata Ini Dapur dan Menu MBG yang Diduga Sebabkan Keracunan di Tiga Sekolah Tomohon

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 10.720
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONews5.com — Koordinator Makanan Bergizi Gratis (MBG) Wilayah Tomohon, Stefania Runtuwene, membenarkan bahwa makanan MBG yang dikonsumsi puluhan siswa dari tiga sekolah menengah di Kota Tomohon—yang diduga mengalami keracunan massal—diproduksi dan didistribusikan dari salah satu Dapur MBG di Kelurahan Kolongan Satu, Senin (26/1/2026). Pernyataan tersebut disampaikan Stefania menyusul laporan puluhan siswa yang harus dilarikan […]

  • BREAKING NEWS Yudo Hermanto Terima Pataka Polda Sulut

    BREAKING NEWS Yudo Hermanto Terima Pataka Polda Sulut

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Estafet kepemimpinan di Polda Sulawesi Utara resmi ditandai dengan penyerahan Pataka Polda Sulut Maesa’an Waya dari Irjen Pol Roycke Harry Langie kepada penggantinya, Brigjen Pol Yudo Hermanto, dalam upacara di Lapangan Presisi Mapolda Sulut, Kamis (10/9/2026). Penyerahan pataka tersebut menjadi salah satu rangkaian serah terima jabatan Kapolda Sulut sekaligus simbol berlanjutnya tugas […]

  • Gudang Ban Bekas di Mapanget Ludes Terbakar, Dugaan Penyebabnya Bikin Kaget

    Gudang Ban Bekas di Mapanget Ludes Terbakar, Dugaan Penyebabnya Bikin Kaget

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 252
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Sebuah gudang penyimpanan ban bekas di Kelurahan Paniki Dua Lingkungan I, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (26/6/2026) sore. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta. Peristiwa kebakaran itu pertama kali dilaporkan warga melalui layanan darurat 110 sekitar […]

  • Film Pig Feast Tuai Kritik, Dinilai Abaikan Pembangunan Energi Nasional

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita (Pig Feast) yang mengkritik Program Strategis Nasional (PSN) di Papua menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah kalangan menilai narasi yang diangkat dalam film yang juga tayang secara terbatas di Selandia Baru itu cenderung provokatif karena tidak melihat secara utuh konteks pembangunan energi nasional serta masa depan Papua. […]

  • SMSI Gandeng Mahkamah Agung, Apa Saja Isi Kerja Sama yang Dibahas?

    SMSI Gandeng Mahkamah Agung, Apa Saja Isi Kerja Sama yang Dibahas?

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 192
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengambil langkah strategis dalam mendukung reformasi sistem peradilan dengan mengusulkan kerja sama kepada Mahkamah Agung (MA) RI untuk mencetak ribuan mediator bersertifikat dari kalangan media di seluruh Indonesia. Gagasan tersebut disampaikan dalam audiensi antara pengurus SMSI dan Mahkamah Agung yang berlangsung di Gedung MA, Jakarta, Selasa (17/6/2026), […]

expand_less