MANADO, PRONews5.com – Dugaan penggelapan pajak hiburan oleh Tempat Hiburan Malam (THM) Altitude mencuat setelah Tim Investigasi PRONews5.com menemukan indikasi kuat bahwa pajak hiburan yang dibebankan kepada konsumen melalui sistem bill tidak disetorkan ke Pemerintah Kota Manado selama sedikitnya enam bulan terakhir.
Praktik ini berpotensi menimbulkan kerugian signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun persoalan tidak berhenti pada pajak semata. Sejumlah mantan pegawai secara terbuka mengungkap dugaan penahanan gaji selama lebih dari satu bulan serta penahanan ijazah asli oleh pihak manajemen.
Pengakuan ini disampaikan melalui pesan messenger redaksi disertai identitas dan domisili mereka.
“Gaji kami satu bulan setengah tidak dibayar. Di bill mereka charge Tax dan Service, tapi sejak opening kami tidak pernah menerima uang service,” ungkap salah satu mantan pegawai.
Seorang mantan pegawai perempuan mengaku memilih mengundurkan diri karena kecewa dan tertekan. Ia menuturkan bahwa hingga kini ijazah aslinya belum dikembalikan oleh pihak manajemen.
“Saya sudah resign, tapi ijazah saya belum dikembalikan sampai sekarang. Bukan cuma saya, ada juga teman-teman lain,” tuturnya. Ia meminta namanya dirahasiakan dengan alasan keamanan.
Perempuan tersebut mengaku telah melaporkan dugaan pelanggaran ketenagakerjaan itu ke Pusat Layanan Pengaduan Kementerian Ketenagakerjaan (LAPOR MENAKER) melalui situs lapormenaker.kemnaker.go.id pada 16 Desember 2025, lengkap dengan kronologi dan lima bukti pendukung.
Meski laporan telah direspons, penanganannya disebut masih dikembalikan ke tingkat daerah.
“Kalau tidak ada bukti, saya tidak mungkin berani melapor. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut serius,” ujarnya dengan nada sedih.
Sementara itu, Tim Investigasi PRONews5.com melakukan penelusuran langsung ke lokasi THM Altitude pada Senin malam (26/1/2026) sekitar pukul 23.00 Wita, dan mendapati tempat hiburan tersebut tetap beroperasi normal dengan pungutan pajak dan service charge tercantum dalam setiap transaksi pengunjung.
Upaya konfirmasi lanjutan dilakukan pada Selasa pagi (3/2/2026), namun pintu gerbang utama THM Altitude tampak terkunci.
Sejumlah pedagang di sekitar lokasi menyebutkan bahwa tempat hiburan tersebut biasanya baru dibuka pada sore atau malam hari. “Nanti sore baru dibuka, Pak,” ujar salah satu pedagang.
Rangkaian dugaan penggelapan pajak hiburan, penahanan gaji, serta ijazah pegawai di THM Altitude Manado ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap pengawasan pemerintah daerah dan aparat terkait.
Jika terbukti, kasus ini tidak hanya berpotensi melanggar aturan perpajakan daerah, tetapi juga undang-undang ketenagakerjaan. Publik kini menanti langkah tegas dari instansi pajak daerah, Dinas Ketenagakerjaan, hingga aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas persoalan tersebut.
[**/RED]

