TOMOHON, PRONews5.com Koordinator Makanan Bergizi Gratis (MBG) Wilayah Tomohon, Stefania Runtuwene, membenarkan bahwa makanan MBG yang dikonsumsi puluhan siswa dari tiga sekolah menengah di Kota Tomohon—yang diduga mengalami keracunan massal—diproduksi dan didistribusikan dari salah satu Dapur MBG di Kelurahan Kolongan Satu, Senin (26/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Stefania menyusul laporan puluhan siswa yang harus dilarikan ke rumah sakit dengan keluhan mual, muntah, pusing, dan sakit perut, beberapa jam setelah mengonsumsi MBG dan pulang sekolah.

“Benar, makanan MBG dimasak dan didistribusikan dari salah satu Dapur yang terletak di Jalan Kantor Kejaksaan Negeri Tomohon, Kolongan Satu, Kecamatan Tomohon Tengah.

Dapur ini melayani 12 sekolah di wilayah Tomohon.

Namun berdasarkan informasi sementara, baru tiga sekolah yang terdampak,” ujar Stefania Runtuwene kepada PRONews5.com.

Menurut Stefania, pihaknya masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi siswa serta cakupan sekolah penerima MBG yang mengalami dampak.

Ia menegaskan bahwa informasi awal menunjukkan kejadian tidak terjadi secara menyeluruh di seluruh sekolah yang dilayani dapur tersebut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, para siswa mulai merasakan gejala sekitar pukul 15.00 WITA, atau beberapa jam setelah mengonsumsi MBG.

Kondisi memburuk dalam waktu singkat, sehingga sekitar satu jam kemudian para siswa dibawa orang tua masing-masing ke fasilitas kesehatan.

Sejumlah siswa SMK Santa Familia Tomohon mengungkapkan menu MBG yang mereka konsumsi hari itu, yakni nasi kuning, bihun, sayur timun, buah melon, serta lauk abon atau ikan pampis cakalang.

“Begitu sampai rumah, anak langsung mengeluh sakit perut dan pusing,” ujar salah satu orang tua siswa.

“Jam tiga mulai terasa, jam empat kami langsung bawa ke rumah sakit,” tambahnya.