MANADO, PRONews5.comKerusakan parah Jalan Raya SBY di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, kembali menelan korban dan memicu kemarahan warga. Jalan berlubang yang dibiarkan bertahun-tahun tanpa perbaikan memadai itu viral di media sosial setelah sejumlah pengguna jalan mengalami kecelakaan, sementara warga menuding pemerintah daerah dan provinsi abai terhadap keselamatan publik, meski masyarakat rutin membayar pajak.

Peristiwa ini mencuat setelah sebuah video dan foto kondisi jalan rusak di Jalan Raya SBY (Sompie Bersama Yulisa) beredar luas di Facebook dan platform digital lainnya, awal pekan ini, menampilkan lubang-lubang besar di badan jalan serta korban kecelakaan yang mengalami luka serius.

Dalam unggahan yang viral tersebut, terdengar warga meneriaki pemerintah karena dinilai tidak peduli terhadap kondisi infrastruktur yang sudah lama rusak dan membahayakan. “Kami selalu bayar pajak, tapi jalan dibiarkan rusak sampai makan korban,” teriak seorang warga dalam video yang diunggah akun media sosial lokal.

Sejumlah komentar bernada keras juga membanjiri kolom komentar. Salah satu akun Facebook menulis, “Bagus pejabat yang jatuh di jalan ini,” yang kemudian disambut tawa dan candaan sinis warganet lain—sebuah ekspresi frustrasi atas lambannya respons pemerintah terhadap persoalan klasik infrastruktur.

Kerusakan jalan disebut bukan hanya terjadi di Jalan SBY Minut, tetapi juga di sejumlah ruas lain di Sulawesi Utara.

Di Kota Tomohon, jalan provinsi Tomohon–Tanawangko, tepatnya di Jembatan Kolongan, dilaporkan rusak berat dan telah berulang kali dikritik publik bahkan sempat viral.

Namun hingga kini, warga menilai pemerintah belum turun tangan secara serius. “Sudah rusak parah, viral, tapi tetap dibiarkan. Ini bikin malu daerah,” ujar seorang warga Tomohon dalam unggahan terpisah.

Latar Belakang dan Analisis
Jalan SBY sendiri merupakan jalur alternatif strategis di Minahasa Utara yang menghubungkan Manado–Bitung melalui Sukur/Matungkas menuju Airmadidi.

Jalan ini kerap digunakan untuk mengurai kemacetan di jalur utama. Nama SBY merujuk pada Sompie Bersama Yulisa, Bupati dan Wakil Bupati Minut saat itu, serta dikaitkan dengan kunjungan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah menanam pohon di kawasan tersebut.

Namun ironisnya, jalur vital ini berulang kali mengalami kerusakan serius, terutama lubang besar dan permukaan jalan bergelombang, yang membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat—terutama saat hujan dan malam hari.

Warga mendesak pemerintah kabupaten dan provinsi segera melakukan perbaikan permanen, bukan tambal sulam, serta membuka informasi transparan terkait anggaran dan tanggung jawab kewenangan jalan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat khawatir korban akan terus berjatuhan, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin terkikis.

[**/RED]