Tiga Pendaki Tewas dalam Erupsi Dahsyat Gunung Dukono, Dua WNA Singapura Jadi Korban
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- visibility 310
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kolom abu vulkanik membumbung tinggi hingga sekitar 10 kilometer saat mengalami erupsi dahsyat pada Jumat (8/5/2026) pagi. Letusan tersebut menewaskan tiga pendaki dan memicu proses evakuasi besar-besaran oleh tim SAR gabungan. (Gambar:dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HALMAHERA UTARA, PRONews5.com — Erupsi dahsyat Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026) pagi sekitar pukul 07.41 WIT menewaskan tiga orang pendaki, terdiri dari dua warga negara asing (WNA) asal Singapura dan satu warga negara Indonesia (WNI) asal Ternate.
Letusan gunung api aktif di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara itu menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 10 kilometer di atas puncak, memicu kepanikan para pendaki yang berada di kawasan kawah aktif Malupang Warirang.
Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menurutnya, para korban merupakan bagian dari rombongan pendaki yang sebelumnya dilaporkan terjebak saat proses evakuasi berlangsung.
“Untuk korban sejauh ini ada tiga korban meninggal dunia, dua warga asing, satu warga Ternate,” ujar AKBP Erlichson Pasaribu, Jumat.
Ia mengungkapkan, para pendaki sebenarnya telah mengetahui bahwa aktivitas pendakian di Gunung Dukono telah dilarang sejak status gunung berada pada Level II atau Waspada.
“Mereka sebenarnya sudah tahu ini adalah kondisi yang dilarang semenjak Gunung Dukono Level II, tapi masih nekat melakukan pendakian,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara, total terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan gunung saat erupsi terjadi. Sebanyak 15 orang berhasil dievakuasi ke lokasi aman, sementara lima lainnya mengalami luka-luka ringan hingga sedang.
Namun tiga pendaki dilaporkan sempat terjebak di area berbahaya dekat kawah aktif sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian, TNI, dan relawan hingga kini masih melakukan proses evakuasi di tengah kondisi medan yang ekstrem dan ancaman erupsi susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Petugas mengalami kesulitan menjangkau lokasi korban akibat hujan abu vulkanik tebal, bebatuan, serta aktivitas vulkanik yang masih tinggi.
Diketahui, Gunung Dukono sebelumnya telah ditutup untuk aktivitas pendakian sejak 17 April 2026 menyusul peningkatan aktivitas vulkanik. Status gunung hingga kini masih berada pada Level II (Waspada).
Pemerintah dan otoritas vulkanologi kembali mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki agar tidak mendekati radius 4 kilometer dari kawah aktif demi menghindari risiko letusan susulan dan paparan material vulkanik berbahaya.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar