MINAHASA, PRONews5.com — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Pemerintah Kabupaten Minahasa melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik strategis untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Sidak dipimpin langsung Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, Selasa (16/12/2025).

Sidak menyasar SPBU Ranowangko, pangkalan LPG subsidi 3 kilogram di Kelurahan Taler, serta Pasar Tondano. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan, penimbunan, serta lonjakan harga bahan bakar, gas subsidi, dan bahan pangan menjelang momen hari besar keagamaan.

Dalam sidak tersebut, Wakil Bupati memantau langsung stok BBM, ketersediaan LPG 3 Kg, harga bahan pokok, serta mekanisme distribusi, khususnya LPG bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

“Pemerintah hadir memastikan masyarakat tidak mengalami kelangkaan maupun lonjakan harga, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Semua pihak terkait kami minta bekerja maksimal, patuh aturan, dan tidak bermain-main dengan kebutuhan rakyat,” tegas Vanda Sarundajang kepada wartawan di sela-sela sidak.

Ia menekankan, sidak ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengawasan langsung negara di lapangan, sekaligus peringatan keras bagi pelaku usaha yang mencoba memanfaatkan momentum Nataru untuk meraup keuntungan tidak wajar.

Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur Forkopimda Minahasa, di antaranya Ketua DPRD Minahasa, Kapolres Minahasa, Dandim 1302 Minahasa, dan Kajari Minahasa, serta jajaran OPD terkait, mulai dari Dinas Perdagangan, Dinas Pangan, Inspektorat, BPKAD, Dinas Kominfo, hingga Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial.

Dari hasil pemantauan sementara, stok kebutuhan pokok dan LPG subsidi masih dalam kondisi aman. Namun demikian, Pemkab Minahasa menegaskan pengawasan akan terus diperketat hingga perayaan Natal dan Tahun Baru usai, guna memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.

Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap, dengan langkah pengawasan intensif ini, perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif, tanpa gejolak harga maupun kelangkaan kebutuhan dasar masyarakat.

[**/ARP]