BATAM, PRONews5.comBupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, MAP, selaku Koordinator Wilayah Sulawesi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII APKASI Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Aston Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026).

Kehadiran ini menjadi bagian dari konsolidasi strategis pemerintah kabupaten se-Indonesia dalam menjaga arah otonomi daerah di tengah menguatnya kebijakan sentralisasi.
Robby Dondokambey hadir didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina W. Dondokambey Lengkong, SE, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Rakernas XVII APKASI diikuti para bupati dari seluruh Indonesia dan berlangsung selama tiga hari, 18–20 Januari 2026.

Rakernas XVII APKASI secara resmi dibuka oleh Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi. Dalam sambutannya, Zarnubi menegaskan bahwa Rakernas bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis konsolidasi kekuatan daerah untuk memastikan kebijakan pembangunan nasional tidak menggerus kewenangan otonomi kabupaten.

“Rakernas ini adalah ruang konsolidasi agar kebijakan pembangunan daerah tetap berada pada koridor otonomi daerah dan tidak tergerus oleh kebijakan sentralisasi. Pembangunan harus berpijak pada kebutuhan serta potensi daerah,” tegas Bursah Zarnubi.

Sementara itu, Bupati Minahasa Robby Dondokambey menekankan bahwa Rakernas XVII APKASI menjadi momentum penting untuk menyatukan aspirasi daerah agar dapat diperjuangkan secara kolektif di tingkat pemerintah pusat.

Menurutnya, peran APKASI sangat strategis sebagai jembatan kepentingan kabupaten dalam merumuskan kebijakan nasional yang adil dan berimbang.

“Rakernas ini mengusung tema ‘Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera’. Ini adalah wadah bagi seluruh pemerintah kabupaten untuk menyatukan langkah, menyampaikan aspirasi daerah, serta memastikan program pembangunan pusat dan daerah berjalan selaras demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Robby Dondokambey.

Secara substantif, Rakernas XVII APKASI juga menjadi arena diskusi kritis terkait tantangan daerah, mulai dari fiskal, kewenangan pemerintahan, hingga efektivitas implementasi program nasional di tingkat kabupaten. Diskursus ini dinilai penting agar kebijakan pusat tidak bersifat top-down, melainkan responsif terhadap realitas dan kebutuhan lokal.

Dalam rangkaian Rakernas, APKASI turut meluncurkan buku “25 Praktik Terbaik Pemerintah Kabupaten”, bertepatan dengan 25 tahun berdirinya APKASI. Buku tersebut memuat berbagai inovasi daerah di bidang pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lahir dari inisiatif pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia.

Peluncuran buku ini menjadi bukti bahwa pemerintah kabupaten memiliki kapasitas inovatif yang kuat dan layak dijadikan referensi kebijakan nasional. APKASI berharap praktik-praktik terbaik tersebut dapat direplikasi dan dikembangkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di daerah.

Keikutsertaan aktif Bupati Minahasa dalam Rakernas XVII APKASI menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk terus berada di garis depan perjuangan otonomi daerah, memperkuat posisi kabupaten dalam sistem pemerintahan nasional, serta memastikan pembangunan benar-benar berdampak langsung bagi rakyat.

[**/ARP]