Swiss Permalukan Aljazair 2-0, Rossocrociati Melaju Tanpa Hambatan
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
- visibility 162
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemain Swiss Dan Ndoye merayakan gol kedua ke gawang Aljazair yang memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengantarkan Rossocrociati melaju ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026. (Foto: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
VANCOUVER, PRONEWS5.COM– Swiss memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah menaklukkan Aljazair dengan skor meyakinkan 2-0 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Stadion BC Place, Vancouver, Jumat (3/7/2026).
Kemenangan tim berjuluk Rossocrociati ditentukan melalui gol cepat Breel Embolo pada menit ke-10 dan gol pembuka babak kedua yang dicetak Dan Ndoye pada menit ke-46. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri perjuangan Aljazair di turnamen empat tahunan itu.
Sejak peluit awal dibunyikan, Swiss tampil agresif dan langsung menguasai ritme permainan. Organisasi permainan yang dipimpin Granit Xhaka membuat lini tengah Aljazair kesulitan mengembangkan permainan.
Tekanan itu membuahkan hasil ketika Johan Manzambi mengirimkan umpan matang yang diselesaikan sempurna oleh Breel Embolo pada menit ke-10. Gol tersebut membuat Swiss unggul 1-0 dan semakin percaya diri mengendalikan pertandingan.
Aljazair berusaha membalas melalui kreativitas Riyad Mahrez, Houssem Aouar, dan Ibrahim Maza. Namun, disiplin lini belakang Swiss yang dikomandoi Manuel Akanji dan Nico Elvedi mampu mematahkan hampir seluruh peluang lawan.
Keunggulan Swiss bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Swiss kembali menunjukkan efektivitas serangan. Baru satu menit setelah kick-off babak kedua, Dan Ndoye berhasil memanfaatkan peluang di depan gawang untuk memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Aljazair yang sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola.
Pelatih Aljazair kemudian melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Amine Gouiri dan Hicham Boudaoui demi meningkatkan daya gedor. Meski mampu menguasai bola hingga 55 persen, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka gagal membongkar pertahanan Swiss.
Di bawah mistar, Gregor Kobel juga tampil tenang dengan menggagalkan sejumlah peluang yang mengarah ke gawangnya, sehingga Swiss berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Secara statistik, Aljazair memang unggul dalam penguasaan bola (55 persen) dan akurasi umpan (88 persen). Namun Swiss tampil jauh lebih efektif dengan mencatatkan 11 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran, berbanding delapan tembakan milik Aljazair yang hanya menghasilkan dua peluang mengarah ke gawang.
Kemenangan ini memperlihatkan kekuatan utama Swiss pada efisiensi serangan balik, organisasi pertahanan yang solid, serta kemampuan memanfaatkan setiap peluang menjadi gol. Sebaliknya, Aljazair harus membayar mahal buruknya penyelesaian akhir meski lebih sering menguasai bola.
Swiss kini melangkah mantap ke babak 16 besar dengan modal kepercayaan diri tinggi, sementara Aljazair harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia FIFA 2026.
[**/VAN]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar