MANADO, PRONews5.com — Pertarungan panas di Musyawarah Olahraga Kota (Muskot) KONI Manado akhirnya berakhir mengejutkan. Richard Sualang menang tipis dengan 24 suara, menumbangkan Calvin Castro yang hanya mengemas 21 suara, Rabu (10/12/2025).

Hasil ini mematahkan prediksi banyak pihak yang sejak awal menempatkan Castro sebagai kandidat terkuat dan disebut-sebut berada di posisi di atas angin.

Padahal sebelum pemilihan, dukungan Cabor kepada Calvin Castro jauh lebih besar.

Ia sebelumnya dikabarkan memperoleh dukungan 19 Cabang Olahraga, sementara Richard Sualang hanya mengantongi 9 dukungan.

Konstalasi itu membuat publik olahraga dan komunitas Cabor menilai Castro hampir pasti memenangkan kursi Ketua KONI Manado. Ekspektasi itu seketika runtuh pada hari pemungutan suara.

Usai dinyatakan menang, Richard Sualang yang juga Wakil Wali Kota Manado menyampaikan terima kasih kepada panitia dan peserta Muskot yang telah menyukseskan agenda pemilihan tersebut.

Ia berjanji mewujudkan visi pembenahan olahraga Manado melalui peningkatan pembinaan atlet dan perbaikan infrastruktur pendukung.

Sebelum Muskot, pertarungan dua figur ini menjadi tontonan politik dan sosial yang menarik. Calvin Castro, aktivis populis yang berpengaruh di lingkup LSM antikorupsi dan organisasi kemasyarakatan, dikenal sebagai sosok yang merakyat dan agresif dalam upaya perubahan.

Di sisi lain, Sualang datang dengan rekam jejak politik yang kuat sebagai mantan Wakil Ketua DPRD Manado, mantan Anggota DPRD Sulut, Ketua DPC PDIP Manado, dan kini Wakil Wali Kota Manado.

Banyak komunitas olahraga sebelumnya menilai bahwa kekalahan Sualang justru lebih memalukan dibanding kekalahan Castro, mengingat kekuatan politik yang dimilikinya.

Mereka menegaskan bahwa Castro berada “di atas angin”, sehingga kalah baginya hanya dianggap wajar, sementara kekalahan bagi Sualang bisa berimbas pada elektabilitasnya dalam kontestasi politik mendatang.

“Kami kira Castro yang menang karena dukungan awalnya lebih besar. Tapi dinamika di ruang Muskot berbeda,” ujar salah satu pegiat olahraga yang berharap ada perubahan besar di tubuh KONI Manado.

Figur seperti Castro sebelumnya dipandang mampu menjadi agen perubahan dan membawa penyegaran organisasi sesuai arah pembangunan olahraga di Sulawesi Utara.

Namun hasil akhir memperlihatkan dinamika lobi dan pergeseran dukungan yang tak sepenuhnya terlihat di permukaan.

Pemilihan ketua KONI tahun ini menjadi salah satu yang paling ketat dan dramatis, memunculkan kejutan besar ketika kandidat yang sempat di atas angin justru tumbang di bilik pemungutan suara.

Kemenangan tipis Sualang menutup Muskot KONI Manado 2025 dengan catatan penting: dominasi dukungan awal tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir, dan rivalitas seimbang dua figur kuat ini menandai babak baru bagi masa depan olahraga Manado.

[**/VAN]