ABPEDNAS Tembus 100 Ribu Anggota, Perkuat Posisi BPD sebagai Pilar Pengawasan Desa
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
- visibility 222
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Gambar: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA|PRONews5.com — Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) mencatat pencapaian bersejarah dengan menembus angka 100 ribu anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Momentum tersebut diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, sebagai simbol menguatnya konsolidasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mendukung pembangunan dan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik.
Pencapaian tersebut menandai semakin besarnya kepercayaan anggota BPD terhadap ABPEDNAS sebagai wadah perjuangan, penguatan kapasitas, sekaligus mitra strategis dalam mengawal pembangunan desa di berbagai daerah.
Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama, didampingi Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana dan Ketua Dewan Pengawas Reda Manthovani, menyatakan bahwa capaian 100 ribu anggota bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi meningkatnya kesadaran para anggota BPD untuk mengambil peran aktif dalam mendorong pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Menurut Indra, keberadaan BPD memiliki posisi strategis sebagai lembaga representasi masyarakat desa yang berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan desa sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
“Pencapaian ini merupakan representasi semangat gotong royong, pengabdian, dan komitmen bersama untuk membangun desa sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dalam setiap proses pembangunan desa,” ujar Indra.
Pertumbuhan jumlah anggota ABPEDNAS dinilai menjadi indikator semakin kuatnya konsolidasi organisasi di tingkat nasional.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan desa, mulai dari pengelolaan dana desa, peningkatan kualitas pelayanan publik hingga penguatan ekonomi masyarakat, keberadaan BPD dituntut semakin profesional dalam menjalankan fungsi legislasi, aspirasi, dan pengawasan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, menegaskan bahwa organisasi akan terus memperkuat kompetensi anggota melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung program strategis pemerintah di tingkat desa.
“Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan utama agar anggota BPD mampu menjawab tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks,” katanya.
Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, Reda Manthovani, turut memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran organisasi dari tingkat pusat hingga daerah yang telah berkontribusi dalam membesarkan ABPEDNAS.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan pengabdian para anggota terus tumbuh, sekaligus memperkuat posisi organisasi sebagai rumah besar perjuangan anggota BPD di seluruh Indonesia.
DPP ABPEDNAS juga menyampaikan penghargaan kepada para pembina, pengawas, pengurus, anggota, serta mitra strategis yang selama ini mendukung perjalanan organisasi hingga mencapai tonggak sejarah tersebut.
Ke depan, ABPEDNAS menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan desa, mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, serta mendukung terwujudnya desa yang maju, mandiri, berdaya saing, dan bebas dari praktik korupsi.
Dengan modal konsolidasi yang semakin kuat dan jaringan keanggotaan yang terus berkembang, ABPEDNAS kini menempatkan diri sebagai salah satu organisasi desa terbesar di Indonesia yang berperan aktif dalam mengawal pembangunan dari tingkat akar rumput menuju kemajuan nasional.
[**/VIC]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar