TOMOHON, PRONews5.com — Dugaan praktik tambang ilegal kembali mencuat di Kota Tomohon. Seorang pria berinisial AT alias Bos Arthur diduga menguasai galian C ilegal di wilayah Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara, yang tetap beroperasi meski tanpa izin resmi.
Parahnya, alat berat di lokasi disebut menggunakan BBM solar bersubsidi yang disedot langsung dari SPBU.
Sumber terpercaya PRONews5.com mengungkap, aktivitas tambang itu telah berlangsung lama dan nyaris tak tersentuh hukum.
“Semua orang di sini tahu itu tambang Bos Arthur yang juga akrap dipangil Popong.
Sudah lama beroperasi, tapi tidak pernah ditutup karena ada yang beking,” ujar seorang warga Kinilow yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pantauan di lapangan memperlihatkan, aktivitas pengerukan material berlangsung terbuka dan masif.
Warga mengaku resah akibat debu, kebisingan, dan kerusakan jalan, sementara laporan mereka ke pemerintah belum membuahkan hasil.
Kepala Dinas ESDM Sulut, Fransiskus Maindoka, saat dikonfirmasi memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Terima kasih atas informasinya. Besok kami turunkan tim untuk menindaklanjuti laporan warga,” tegas Maindoka, Senin (27/10/2025).
Berdasarkan hasil investigasi dan keterangan sejumlah sumber, praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar diduga kuat terjadi di lokasi tambang tersebut.
Beberapa truk pengangkut material diketahui mengantre di SPBU untuk menampung solar, lalu menyalurkannya ke alat berat seperti ekskavator dan dump truck di area tambang.
“Solar dari SPBU itu ditampung, lalu dipakai untuk alat berat di lokasi. Itu bukan rahasia lagi,” ungkap sumber sambil menunjukkan bukti foto dan video.
Aktivitas tambang ilegal di Kinilow ini diduga melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba serta Peraturan Presiden tentang Pengendalian BBM Bersubsidi.
Warga mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa pandang bulu agar praktik ilegal yang merusak lingkungan dan menggerus uang rakyat ini segera dihentikan. (DOR)
Sebagai media independen, PRONews5.com berkomitmen menyajikan berita akurat dari lapangan. Jika di kemudian hari ditemukan kekeliruan penulisan atau data, redaksi akan melakukan revisi dan klarifikasi sesuai kaidah jurnalisme yang bertanggung jawab.

