Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Perkuat Integritas di Lingkungan Perguruan Tinggi Negeri, Forum PIEPTN Rumuskan 7 Rekomendasi Strategis

Perkuat Integritas di Lingkungan Perguruan Tinggi Negeri, Forum PIEPTN Rumuskan 7 Rekomendasi Strategis

  • account_circle (**/IND)
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONEWS5.COM – Forum Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi Negeri (PIEPTN) merumuskan tujuh rekomendasi strategis untuk memperkuat budaya integritas di lingkungan perguruan tinggi negeri ke depan. Tujuh rekomendasi tersebut merupakan hasil rangkaian diskusi selama dua hari, 19–20 Agustus 2026, yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Jejaring Pendidikan (JARDIK) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Gedung ACLC KPK dan Hotel Aryaduta, Jakarta.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PIEPTN merupakan program yang tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga pimpinan dan seluruh pegawai di lingkungan perguruan tinggi. Ia menekankan, PIEPTN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan program yang menjadi upaya untuk mengukur dan memperkuat kesehatan tata kelola serta integritas organisasi. Ia menganalogikan PIEPTN sebagai “medical check-up” bagi perguruan tinggi.

“PIEPTN seperti medical check-up kelembagaan. Kampus secara sukarela memeriksa tata kelolanya untuk mengetahui bagian yang sudah baik dan bagian yang masih perlu diperbaiki,” jelasnya kepada para peserta dari perwakil puluhan perguruan tinggi negeri (PTN), penguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN), BPSDM Kementerian Perhubungan.

Untuk memperkuat integritas di lingkungan perguruan tinggi negeri, Forum PIEPTN merumuskan tujuh rekomendasi strategis. Rekomendasi tersebut meliputi keberlanjutan program PIEPTN karena dinilai membantu mengurangi berbagai persoalan integritas; menjadikan integritas sebagai budaya dalam tata kelola perguruan tinggi; integrasi instrumen dan pengurangan beban administrasi; penguatan sistem antimanipulasi, khususnya dalam proses penerimaan mahasiswa baru (PMB) melalui jalur mandiri; penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan insersi kurikulum; perluasan cakupan program; serta pembangunan sistem penghargaan dan publikasi bagi perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN).

Ibnu menyampaikan apresiasinya kepada Universitas Brawijaya dan UIN Maulana Malik Ibrahim yang menjadi piloting pengendalian gratifikasi. Menurutnya, penguatan pendidikan dan pencegahan korupsi di lingkungan perguruan tinggi dapat memberikan dampak besar dalam menekan tindak pidana korupsi di masa depan.

“Melalui pendidikan dan pencegahan korupsi, kita bisa menekan terjadinya korupsi. Perguruan tinggi memiliki peran besar karena para pemimpin kampus dapat mengajak seluruh jajaran dan mahasiswa untuk menjunjung integritas dan tidak melakukan korupsi. Saya harap, rekomendasi yang diberikan agar dapat diperdalam dan dibahas lebih lanjut pada kesempatan diskusi kali ini,” pungkas Ibnu.

Program PIEPTN perlu dilanjutkan karena dinilai membantu PTN/PTKN menghadapi berbagai persoalan integritas, termasuk gratifikasi, sekaligus mendorong peningkatan indeks integritas perguruan tinggi. Perubahan budaya integritas merupakan proses yang membutuhkan waktu dan komitmen berkelanjutan.

Untuk memperkuat budaya integritas, forum mendorong perbaikan sistem pemilihan pimpinan perguruan tinggi, mengingat kepemimpinan yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan implementasi program integritas. Selain itu, penguatan budaya integritas perlu dilakukan melalui pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengawasan internal yang efektif. Perguruan tinggi juga diharapkan lebih fokus pada area-area yang memiliki risiko korupsi tinggi, sehingga potensi terjadinya penyimpangan dapat diidentifikasi dan dicegah sejak dini.

Dalam aspek tata kelola, forum merekomendasikan penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi dan antarkementerian/lembaga untuk berbagi praktik baik. Koordinasi antara Kemendikti, Kementerian Agama, dan Kementerian PANRB juga perlu ditingkatkan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan yang membebani perguruan tinggi.

Forum juga mengusulkan agar PIEPTN diintegrasikan dengan berbagai instrumen penilaian yang sudah ada, seperti Zona Integritas, Reformasi Birokrasi, SAKIP, SPI, dan IPAK. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban pelaporan yang selama ini harus dilakukan secara terpisah. Instrumen penilaian juga perlu disederhanakan agar lebih mudah diterapkan dan hasilnya lebih terukur. Kementerian PANRB telah menyatakan dukungannya terhadap upaya integrasi tersebut.

Di bidang penerimaan mahasiswa baru, khususnya jalur mandiri, forum mendorong penerapan praktik-praktik baik yang dapat meningkatkan transparansi dan menutup ruang intervensi. Upaya ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap proses seleksi mahasiswa.

Untuk memperluas dampak program, PIEPTN diusulkan tidak hanya diterapkan pada perguruan tinggi percontohan, tetapi juga menjangkau perguruan tinggi lain dan sekolah kedinasan. Peserta program juga perlu diperluas, tidak hanya dosen dan pengelola kampus, tetapi juga mahasiswa serta tenaga kependidikan.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus pemacu perbaikan, forum mengusulkan sistem penghargaan bagi perguruan tinggi yang menunjukkan praktik dan tingkat integritas yang baik. Untuk memastikan upaya tersebut berjalan berkelanjutan, forum juga mendorong penyusunan peta jalan (roadmap), sistem evaluasi, serta mekanisme pelaporan yang terukur sehingga perkembangan program dapat dipantau dan memberikan dampak nyata bagi ekosistem pendidikan tinggi.

Rangkaian kegiatan Forum PIEPTN berlangsung dua hari mulai 19-20 Agustus 2026 dan dilaksanakan dalam 2 kelompok kegiatan. Kegiatan pertama pada 19 Agustus 2026 berfokus pada evaluasi dan diskusi tindak lanjut PIEPTN oleh empat orang steering committee, dua tim perumus awal, tiga kementerian/lembaga dan dua perguruan tinggi pilot 2026.

Kegiatan kedua pada 20 Agustus 2026 membahas hasil perumusan rencana tindak lanjut PIEPTN dan strategi implementasi pendidikan antikorupsi oleh peserta hari pertama, ditambah beberapa peserta yang terdiri dari  12 PTN, lima PTKN dan tiga Perguruan Tinggi Kementerian Lembaga (PTKL).

Koordinator Steering Committee PIEPTN, Laode M. Syarif, menjelaskan bahwa Program Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi Negeri (PIEPTN) resmi dibentuk pada 2022. Program ini lahir dari keprihatinan bersama antara KPK, Forum Rektor Indonesia, dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri setelah muncul sejumlah laporan terkait persoalan integritas di perguruan tinggi, termasuk adanya kasus korupsi yang melibatkan pimpinan kampus.

“Karena itu, perguruan tinggi dipandang perlu mendapat perhatian khusus agar tetap menjadi institusi yang menjunjung tinggi nilai integritas,” ucapnya.

Sebelumnya Forum PIEPTN menyepakati bahwa terdapat 12 area risiko Korupsi di Perguruan Tinggi. Yaitu, pemilihan pimpinan dan pejabat; penerimaan mahasiswa baru; pembelajaran; penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan hilirisasi inovasi; publikasi; pengelolaan SDM; pengelolaan keuangan; administrasi kependidikan; akreditasi dan perizinan; pengadaan barang dan jasa; pengelolaan aset; serta pengelolaan kerja sama.

Sejak dideklarasikan oleh 109 pimpinan perguruan tinggi di Yogyakarta pada tahun 2022, program ini terus berjalan dengan kolaborasi bersama Perguruan Tinggi. Program tersebut antara lain Piloting, penguatan kapasitas, pendampingan, pengembangan instrumen, pelaksanaan asesmen, dan berbagai implementasi rencana tindak lanjut.

Melalui penguatan integritas, pendidikan antikorupsi, dan tata kelola yang baik, perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi teladan dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai integritas yang kuat. (sumber : berita KPK)

  • Penulis: (**/IND)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asap Karhutla Gunung Klabat Kepung Desa Laikit Bikin Warga Sesak dan Pengap

    Asap Karhutla Gunung Klabat Kepung Desa Laikit Bikin Warga Sesak dan Pengap

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MINAHASA UTARA, PRONEWS5.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan kaki Gunung Klabat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dilaporkan menghanguskan sekitar 651 hektare lahan. Dampak kebakaran tersebut meluas hingga ke permukiman warga Desa Laikit, dengan kabut asap pekat yang membuat udara terasa pengap dan mengurangi jarak pandang. Asap kebakaran juga dilaporkan menyelimuti Desa Matungkas […]

  • Pemerintah Perketat Belanja TIK, Cegah Pemborosan

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 378
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Pemerintah Republik Indonesia memperketat pengelolaan belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk memastikan setiap rupiah yang dialokasikan berdampak langsung pada peningkatan layanan publik. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mencegah pemborosan akibat pembangunan aplikasi pemerintah yang tidak saling terhubung atau duplikasi sistem.Penegasan ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam peluncuran Rencana […]

  • Pemerintah Percepat Transisi Energi Rendah Karbon Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 345
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah bersama BUMN energi dan pelaku industri mempercepat langkah transisi menuju sistem energi rendah karbon melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemanfaatan listrik hijau di industri pertambangan, pengembangan BioCNG berbasis limbah sawit, hingga proyek percontohan hidrogen hijau berbasis panas bumi. Di sektor ketenagalistrikan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperluas kerja sama dengan PT […]

  • VIRAL! Istri Gubernur Kalteng Disebut-sebut Mantan Pacar Putranya, Benarkah?

    VIRAL! Istri Gubernur Kalteng Disebut-sebut Mantan Pacar Putranya, Benarkah?

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 214
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, PRONEWS5.COM — Nama Aisyah Thisia Halijam, istri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Perbincangan tersebut awalnya mencuat setelah sejumlah akun media sosial menyoroti unggahan ucapan selamat ulang tahun ke-27 untuk Aisyah yang diposting sejumlah akun instansi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Unggahan tersebut kemudian menuai beragam komentar warganet, […]

  • Polri Raih Rekor MURI Penanaman Bawang Putih Serentak di Lahan 279,53 Ha

    Polri Raih Rekor MURI Penanaman Bawang Putih Serentak di Lahan 279,53 Ha

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle (**/BEN)
    • visibility 121
    • 0Komentar

    LOMBOK TIMUR, PRONEWS5.COM – Upaya Polri mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional mencatatkan prestasi melalui perolehan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk “Penanaman Bawang Putih secara Serentak di Lahan Terluas”. Rekor tersebut diraih melalui penanaman bawang putih serentak pada lahan seluas 279,53 hektare (ha) yang tersebar di 59 Polres pada 14 Polda. Penanaman serentak dipusatkan […]

  • “Ibu Saya dari Minahasa,” Momen Hangat Prabowo di Miangas, Lagu “O Ina Ni Keke” Menggema di Pulau

    “Ibu Saya dari Minahasa,” Momen Hangat Prabowo di Miangas, Lagu “O Ina Ni Keke” Menggema di Pulau Perbatasan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 454
    • 0Komentar

    TALAUD|PRONews5.com – Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Di hadapan masyarakat pulau terluar Indonesia itu, Presiden bahkan mengungkapkan bahwa ibunya berasal dari Minahasa. Pengakuan tersebut disampaikan Presiden saat meminta jajaran pejabat TNI yang ikut mendampinginya untuk menyanyikan lagu daerah khas Sulawesi Utara, […]

expand_less