Erik Dayoh Dorong Festival Wanua Woloan Jadi Agenda Tahunan
- account_circle (**/ML)
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- visibility 142
- comment 0 komentar
- print Cetak

Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Seni dan Budaya Erik Dayoh saat menyampaikan dukungan terhadap pengembangan Festival Wanua Woloan di Tomohon. (Foto: istimewa/ML)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMOHON, PRONEWS5.COM — Festival Wanua Woloan didorong untuk naik kelas dari sekadar kegiatan tahunan menjadi bagian dari ekosistem kebudayaan dan pariwisata Sulawesi Utara.
Dorongan tersebut disampaikan Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Seni dan Budaya, Erik Dayoh, saat memberikan pandangan terhadap pelaksanaan Festival Wanua Woloan di Tomohon.
Menurutnya, keberlanjutan festival penting agar warisan budaya Woloan tidak hanya ditampilkan dalam sebuah kegiatan seremonial, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Erik menilai Festival Wanua Woloan memiliki potensi besar untuk menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan tradisi Woloan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Festival Wanua Woloan ini jangan hanya menjadi suatu event, melainkan harus menjadi ekosistem yang harus dijaga dan dilaksanakan setiap tahun,” ujar Erik.
Ia menegaskan, kebudayaan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter serta identitas masyarakat.
Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sesaat, tetapi membutuhkan ruang yang konsisten agar tradisi, kesenian dan nilai-nilai lokal tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Festival Woloan ini juga bermanfaat untuk menjaga warisan-warisan budaya. Kebudayaan itu yang menjadi pondasi untuk membentuk harga diri dan jati diri kita,” katanya.
Menurut Erik, kesinambungan Festival Wanua Woloan juga dapat membuka peluang lebih besar bagi pengembangan sektor pariwisata.
Karena itu, ia menyarankan agar penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang dikemas semakin menarik, kreatif dan mampu menjangkau lebih banyak pengunjung.
Bukan hanya masyarakat lokal, festival tersebut diharapkan dapat menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat budaya dan tradisi Woloan.
Untuk memperkuat keberlanjutan kegiatan, Erik berharap Festival Wanua Woloan dapat masuk dalam kalender kegiatan atau agenda resmi pariwisata dan kebudayaan Sulawesi Utara.
Langkah tersebut dinilai penting agar festival memiliki ruang promosi yang lebih luas dan dapat dipersiapkan secara lebih terencana dari tahun ke tahun.
“Harapannya kegiatan ini bisa dimasukkan dalam kalender kegiatan atau agenda pariwisata dan kebudayaan, agar lebih banyak orang yang akan menikmati dan mengapresiasi festival ini,” pungkasnya.
Dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kata Erik, terbuka terhadap pengembangan Festival Wanua Woloan.
Ia memastikan pemerintah provinsi memberikan perhatian terhadap kegiatan yang dinilai memiliki nilai penting bagi pelestarian budaya daerah.
“Pemerintah provinsi sangat support dan pastinya mendukung,” ujarnya.
Dengan masuknya Festival Wanua Woloan dalam agenda kebudayaan dan pariwisata, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan satu kali penyelenggaraan.
Lebih jauh, festival dapat berkembang menjadi ruang bertemunya masyarakat, pelaku seni, komunitas budaya dan wisatawan sekaligus menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan identitas Woloan kepada khalayak yang lebih luas.
- Penulis: (**/ML)



Saat ini belum ada komentar