Kebakaran Hebat di Tompaso, Dua Lansia Nyaris Tewas, Rumah Ludes 25 Menit
- account_circle ARP
- calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
- visibility 410
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas pemadam kebakaran Minahasa berupaya memadamkan kobaran api yang melahap rumah warga di Desa Liba Jaga I, Kecamatan Tompaso, Minggu (29/3/2026). Api berhasil dijinakkan setelah 35 menit. (Foto:Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA — Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Liba Jaga I, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 15.25 WITA. Satu unit rumah milik keluarga Muaya–Dayoh hangus dilalap api dalam waktu kurang dari 30 menit, sementara dua lansia nyaris menjadi korban sebelum berhasil diselamatkan warga.
Peristiwa bermula saat pemilik rumah, Ivan Muaya (56), meninggalkan rumah menuju kandang ternak. Namun hanya berselang sekitar 25 menit, api sudah membesar dan melahap bangunan kayu berukuran 7×7 meter di bagian belakang rumah.
Saksi mata, Royke Rattu (61), menjadi orang pertama yang melihat kepulan asap tebal dari lokasi kejadian. Tanpa menunggu bantuan, ia nekat masuk ke dalam rumah dan mengevakuasi dua lansia, masing-masing Yo Muaya (85) dan Vence Dayoh (84), dalam kondisi panik.
“Kalau terlambat sedikit saja, bisa berakibat fatal,” ujar Royke di lokasi kejadian.
Material rumah yang didominasi kayu membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran terus meluas hingga merusak sebagian atap rumah permanen di bagian depan.
Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa yang dipimpin Melky Rumate turun dengan tiga unit armada dan satu mobil komando. Setelah berjibaku selama kurang lebih 35 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke rumah warga lainnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp175 juta. Rumah kayu hangus total, sementara bagian plafon dan struktur bangunan permanen mengalami kerusakan.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian, seperti kompor yang tidak dimatikan atau korsleting listrik.
Pemerintah daerah pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dalam penggunaan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada bencana besar,
bahkan mengancam nyawa.
- Penulis: ARP



Saat ini belum ada komentar