Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Danantara Dorong PSEL Modern untuk Selesaikan Krisis Sampah Nasional

Danantara Dorong PSEL Modern untuk Selesaikan Krisis Sampah Nasional

  • account_circle rafael
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 302
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta — Pemerintah semakin memperkuat langkah strategis dalam menghadapi krisis sampah yang selama puluhan tahun menjadi tantangan serius di berbagai wilayah.

Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), program modern Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) digalakkan sebagai solusi nasional yang relevan dan maju, menjawab urgensi lingkungan sekaligus mendorong ketahanan energi hijau.

Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus memperluas inovasi teknologi dan investasi strategis untuk masa depan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Berbagai langkah konkrit tengah dilaksanakan untuk mempercepat pembangunan fasilitas PSEL di sejumlah kota prioritas di Indonesia.

Program PSEL kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kebijakan nasional.

Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 menunjuk Danantara sebagai penggerak utama dalam pengembangan proyek waste-to-energy di lebih dari 30 kota, dengan target awal pembangunan di empat wilayah yang dipilih berdasarkan kesiapan teknis dan administratif.

Kapasitas tiap unit PSEL dirancang untuk mengolah antara 1.000 hingga 1.500 ton sampah per hari, sehingga ini bukan hanya sekadar solusi sampah, tetapi juga bagian dari strategi transisi energi dan penciptaan sumber energi baru terbarukan.

Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menegaskan bahwa pendekatan Danantara terhadap PSEL bersifat komprehensif dan didukung tata kelola yang kuat dari hulu hingga hilir.

“Fokus kami adalah memastikan tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” ujar Fadli.

Sejalan dengan itu, Guru Besar IPB, Prof. Dr. Arief Sabdo Yuwono, menekankan pentingnya kesesuaian teknologi yang digunakan dengan karakteristik sampah di Indonesia.

“Teknologi harus dipilih setelah karakteristik sampah diketahui, bukan sebaliknya, sebagai dasar untuk efektivitas pengolahan sampah, terutama karena sampah organik mendominasi komposisi sampah perkotaan,” jelas Arief.

Senior Researcher Tenggara Strategics, Intan Salsabila Firman, turut menguatkan posisi PSEL sebagai instrumen krusial dalam rangka menyelesaikan persoalan sampah nasional yang saat ini sebagian besar masih berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“PSEL merupakan instrumen untuk penanganan awal sampah yang tidak dapat direduksi melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sekaligus mendukung transisi energi nasional. Tantangannya bukan hanya teknologi, melainkan integrasi kebijakan, tata kelola, dan penerimaan publik,” jelas Intan.

Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah yang mulai menyiapkan lahan dan kolaborasi dalam percepatan pembangunan PSEL.

Misalnya, proyek waste-to-energy di Bali, Medan, dan Bekasi diproyeksikan untuk dimulai pada 2026, menandai langkah besar menuju penanganan sampah yang komprehensif di seluruh Indonesia.

Pemerintah melalui Danantara Indonesia juga telah menyaring dan mempersiapkan tender dengan daftar penyedia teknologi yang memenuhi kriteria global serta mendorong kemitraan antara perusahaan asing dan lokal.

Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan alih teknologi dan peluang bagi pelaku industri nasional untuk berkembang di sektor energi bersih.

Dengan paduan kebijakan yang kuat, komitmen tata kelola, inovasi teknologi, dan kemitraan strategis, proyek PSEL modern diyakini mampu menjadi jawaban atas darurat sampah di Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.***

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sukses Boyong 5 Kursi DPRD Kotamobagu, JDM “Didepak” dari Ketua DPC PKB

    Sukses Boyong 5 Kursi DPRD Kotamobagu, JDM “Didepak” dari Ketua DPC PKB

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 784
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONews5.com – Jusran Deby Mokolanot (JDM) tak lagi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kotamobagu. Pergantian kepemimpinan itu terjadi melalui Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kotamobagu yang digelar Kamis (11/6/2026). Dalam Muscab tersebut, jabatan Ketua DPC PKB Kotamobagu dipercayakan kepada Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib. Sementara JDM […]

  • Mbappé Menggila! Prancis Sikat Maroko 2-0 dan Jadi Tim Pertama ke Semifinal Piala Dunia 2026

    Mbappé Menggila! Prancis Sikat Maroko 2-0 dan Jadi Tim Pertama ke Semifinal Piala Dunia 2026

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle (**/VAN)
    • visibility 225
    • 0Komentar

    BOSTON, PRONEWS5.COM – Timnas Prancis memastikan diri sebagai tim pertama yang mengamankan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Maroko dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga perempat final yang berlangsung di Boston Stadium, Jumat (10/7/2026) WIB. Kemenangan Les Bleus ditentukan melalui gol penalti Kylian Mbappé pada menit ke-60 dan tambahan gol Ousmane Dembélé enam […]

  • Jenderal Asal Sulut Jadi Tersangka Korupsi MBG, Siapa Lodewyk Pusung?

    Jenderal Asal Sulut Jadi Tersangka Korupsi MBG, Siapa Lodewyk Pusung?

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 528
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Nama Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung mendadak menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) itu kini menghadapi proses hukum bersama mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya. Penetapan tersangka diumumkan […]

  • Senduk Gandeng Maron Grup, Tomohon Gas Pol Jadi Kota Wisata Dunia

    Senduk Gandeng Maron Grup, Tomohon Gas Pol Jadi Kota Wisata Dunia

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 250
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONews5.com —  Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, mempercepat langkah transformasi sektor pariwisata dengan menggandeng investor swasta Maron Grup. Salah satu proyek kunci hotel bintang empat di kawasan Taman Kelong dipastikan bukan lagi tahap perencanaan, melainkan telah memasuki fase akhir (finishing) dan ditargetkan siap beroperasi saat Tomohon International Flower Festival 2026 (TIFF 2026). Kepastian […]

  • Konsumsi Energi Secara Bijak Perkuat Ketahanan Energi Nasional

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 248
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintah mendorong konsumsi energi yang bijak sebagai langkah antisipasi krisis global demi menjaga ketahanan nasional. Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan penghematan BBM, termasuk opsi kerja dari rumah, sebagai strategi menghadapi dampak konflik global terhadap harga energi dan pangan. “Perkembangan global di Eropa dan Timur Tengah tentu memberi dampak kepada kita, karena akan memengaruhi […]

  • Percepatan Koperasi Desa Merah Putih di 38 Provinsi Dapat Apresiasi Positif dari Berbagai Pihak

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus mempercepat realisasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Program ini telah berjalan di 38 provinsi dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu memperkuat kelembagaan ekonomi desa sekaligus memperluas akses pembiayaan dan usaha produktif masyarakat. Perwakilan […]

expand_less