TOMOHON, PRONews5.comPelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) GMIM Bethesda Tomohon menuai sorotan publik setelah keluhan seorang warga bernama Rumondor viral di media sosial Facebook sejak Jumat, 12 Desember 2020, terkait dugaan lambannya penanganan pasien pada malam hari.

Peristiwa tersebut terjadi di RS Bethesda Tomohon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, dan dinilai bertolak belakang dengan slogan rumah sakit, “Orang Samaria yang Baik Hati”.

Keluhan itu disampaikan Rumondor melalui akun Facebook pribadinya dan mendapat respons luas dari warganet.

Dalam unggahannya, Rumondor mengaku membawa anggota keluarganya ke RS Bethesda Tomohon sekitar pukul 20.30 Wita. Namun hingga hampir pukul 22.00 Wita, pasien disebut belum memperoleh penanganan medis yang memadai.

Menurut Rumondor, pihak perawat hanya meminta keluarga pasien menunggu dengan alasan dokter belum datang, sementara kondisi pasien terus menahan rasa sakit.

Hingga larut malam, penanganan tak kunjung diberikan. Sekitar pukul 23.00 Wita, keluarga akhirnya memutuskan meninggalkan rumah sakit dan membeli obat di apotek.

“Keselamatan pasien seharusnya diutamakan. Moto orang Samaria yang baik hati itu percuma kalau hanya jadi tulisan,” tulis Rumondor dalam unggahan yang kini telah dibagikan dan dikomentari puluhan warganet.

Pengalaman serupa diungkapkan warganet lain, Rendy Cristian Toar, melalui kolom komentar. Ia mengaku beberapa kali menghadapi situasi serupa saat membawa anaknya berobat ke rumah sakit tersebut. Menurutnya, pasien kerap diminta bersabar meski menunggu lama tanpa kepastian pelayanan.

“Daripada ribut, lebih baik langsung bawa ke RS Gunung Maria. Walaupun ramai, di sana cepat ditangani,” tulis Rendy.

Komentar lain datang dari Eggi Suzan yang mengaku pernah mengalami lambannya pelayanan saat orang tuanya dirawat di RS Bethesda Tomohon. Ia menyebut keluarganya harus menunggu dari pagi hingga sore hari untuk bertemu dokter, bahkan ketika kondisi pasien sudah kritis.

“Kalau ke rumah sakit harus jeli dan berani bertanya. Jangan hanya diam,” tulis Eggi, yang juga menyinggung dugaan adanya perlakuan berbeda terhadap pasien tertentu.

Sejumlah warganet lainnya menilai kritik yang mencuat harus dijadikan bahan evaluasi serius oleh manajemen rumah sakit.

Mereka menekankan bahwa pelayanan kesehatan menyangkut nyawa manusia dan tidak boleh bergantung pada prosedur yang berlarut-larut, terlebih di unit layanan darurat.

RSU GMIM Bethesda Tomohon beralamat di Jalan Raya Tomohon, Kelurahan Talete I, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

RSU GMIM Bethesda Tomohon sendiri merupakan rumah sakit swasta berbasis Kristen Protestan yang berdiri sejak 5 Agustus 1950 dan dikelola oleh Yayasan Medika Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Rumah sakit ini berstatus Kelas C dengan kapasitas ratusan tempat tidur serta berbagai layanan spesialis.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen RSU GMIM Bethesda Tomohon belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait keluhan warga dan viralnya unggahan di media sosial.

Publik berharap pihak rumah sakit segera bersikap terbuka, melakukan evaluasi menyeluruh, serta memastikan pelayanan medis berjalan cepat, adil, dan humanis, sejalan dengan nilai dan slogan yang selama ini dikedepankan. (RED)

Sebagai media independen, PRONews5.com berkomitmen menyajikan berita akurat dari lapangan. Jika di kemudian hari ditemukan kekeliruan penulisan atau data, redaksi akan melakukan revisi dan klarifikasi sesuai kaidah jurnalisme yang bertanggung jawab.