JAKARTA, PRONews5.comSebanyak 200 peserta menampilkan Tari kolosal Minahasa, Tari Kabasaran, dalam upacara penurunan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025).

Spektakuler! Tari Kabasaran 200 Penari Minahasa Guncang Istana Merdeka

Tarian adat perang khas Minahasa ini dipimpin langsung oleh Brigjen Pol Christ Reinhard Pusung, Kepala BNNP Sulawesi Tenggara.

Upacara penurunan bendera tersebut disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bersama jajaran menteri kabinet dan tamu kehormatan lainnya.

Kehadiran tari Kabasaran dari Minahasa menambah kekhidmatan sekaligus menampilkan kekayaan budaya nusantara di panggung kenegaraan.

Tari Kawasaran Sumiri Tona’as Wangko Umbanua yang ditampilkan berasal dari Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK). Dengan busana perang khas Minahasa, para penari tampil gagah, dipimpin Brigjen Pol Christ Reinhard Pusung.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara atas doa dan dukungannya, terlebih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan kesempatan bagi Tari Kabasaran turut memeriahkan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka,” ujar Brigjen Pusung kepada PRONews5.com.

Brigjen Pusung, kelahiran 21 Desember 1975, tercatat memiliki rekam jejak panjang di kepolisian, mulai dari Korbrimob Polri, berbagai jabatan kepolisian daerah, hingga saat ini dipercaya sebagai Kepala BNNP Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, pada HUT ke-75 RI tahun 2020, ia juga pernah bertugas sebagai Komandan Upacara (Danup) penurunan bendera di Istana Merdeka.

Kehadiran Tari Kabasaran Minahasa dalam upacara kenegaraan ini menjadi simbol persatuan sekaligus pengakuan atas kekayaan budaya lokal.

Perpaduan tradisi dan upacara kenegaraan menegaskan bahwa kebudayaan nusantara tetap menjadi bagian penting dalam memperingati kemerdekaan Indonesia.

[**/ARP]