TOMOHON, PRONews5.com Jemaat GMIM Musafir Pinokalan menggelar aksi penyampaian aspirasi pada Kamis (26/2/2026) sebagai bentuk penolakan terhadap surat pengisian lowongan yang diterbitkan oleh Sinode GMIM. Dari 159 kepala keluarga (KK) yang terdaftar, sebanyak 132 KK menyatakan sikap resmi menolak kebijakan tersebut melalui petisi tertulis.

Aksi yang berlangsung di lingkungan gereja di Tomohon itu dilakukan secara tertib dan damai. Jemaat menilai surat pengisian lowongan tersebut tidak sejalan dengan aspirasi mayoritas warga gereja setempat serta mengabaikan dinamika internal yang sedang berlangsung.

Mayoritas Jemaat Teken Penolakan

Berdasarkan data panitia aksi, dukungan penolakan mencapai sekitar 83 persen dari total anggota jemaat yang terdaftar. Angka itu disebut sebagai representasi suara mayoritas yang menghendaki agar Sinode meninjau kembali kebijakan dimaksud.


Dalam pernyataan sikap yang dibacakan perwakilan jemaat, mereka menyampaikan kekecewaan terhadap sikap Sinode yang dinilai tidak berpihak pada suara terbanyak di tingkat jemaat.

“Kami sudah lelah dengan Sinode GMIM yang menurut kami lebih memihak kepada oknum tertentu dan bukan kepada mayoritas jemaat,” ujar perwakilan jemaat dalam aksi tersebut.

Desak SK Penilikan Reynol Salawangi

Selain menolak surat pengisian lowongan, jemaat juga mendesak agar Sinode segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penilikan terhadap Penatua Kolom 6, Reynol Salawangi, sebagaimana direkomendasikan dalam Keputusan Sidang Majelis Jemaat.

Menurut jemaat, Sidang Majelis Jemaat merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat jemaat sehingga setiap rekomendasinya harus dihormati dan ditindaklanjuti.

Mereka juga meminta pembinaan organisasi dan langkah tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai memperkeruh situasi internal gereja.

Salah satu narasumber dalam aksi tersebut menyebut konflik yang berlarut-larut telah memicu kelelahan di tengah warga gereja. Bahkan, ia mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum aparat yang dinilai turut memperuncing perpecahan.

“Kami sudah capek dengan persoalan ini. Jika tidak ada penyelesaian yang adil, kami siap menempuh jalur hukum dan menyampaikan persoalan ini ke pihak berwenang, termasuk ke tingkat Polda,” tegasnya.

Aksi berlangsung tanpa insiden. Jemaat berharap Sinode GMIM membuka ruang dialog secara terbuka guna mencari solusi yang adil dan bijaksana demi menjaga keutuhan pelayanan serta persatuan di GMIM Musafir Pinokalan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Sinode GMIM terkait tuntutan dan penolakan yang disampaikan jemaat.

[**/VIC]