Peringatan Dini Tsunami Pascagempa M7,6 di Maluku Utara Dihentikan, BMKG Pantau Kenaikan Muka Air
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
- visibility 272
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas BMKG memberikan keterangan resmi terkait peringatan dini tsunami pascagempa M7,6 di Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Peringatan dini tsunami akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 7,6 di wilayah Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara resmi diakhiri oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Kamis, 2 April 2026. Meski peringatan dicabut, BMKG tetap memantau potensi kenaikan muka air di beberapa wilayah pesisir.
Gempa terjadi pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT, tepatnya 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 km. BMKG mencatat gempabumi ini memiliki mekanisme sesar mendatar, sehingga berpotensi menimbulkan gelombang laut meski bersifat lokal.
Kepala Humas BMKG, melalui akun resmi @InfoBMKG, menyampaikan bahwa meskipun peringatan tsunami telah dihentikan, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan muka air secara sporadis di beberapa pesisir di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
“Pemantauan terus dilakukan di wilayah pesisir dan masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG,” ujar Humas BMKG.
Sejumlah daerah di sekitar Ternate sempat dilaporkan mengalami getaran kuat yang membuat warga panik dan bergegas ke tempat lebih tinggi. Namun, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan besar.
BMKG juga menegaskan bahwa langkah mitigasi dan kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga.
Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan resmi BMKG, dan menghindari menyebarkan informasi yang belum diverifikasi.
Peningkatan kesiapsiagaan warga pesisir akan terus dipantau untuk menghadapi kemungkinan gelombang susulan.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar