MANADO, PRONews5.com Tensi pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (PWI Sulut) periode 2026–2031 mulai memanas. Sejumlah wartawan pemegang KTA Utama dan sertifikat UKW Utama secara terbuka menyatakan kesiapan maju dalam konferensi yang dijadwalkan berlangsung 31 Maret 2026 di Manado.

Dinamika ini mengemuka setelah Pengurus Harian PWI Sulut menetapkan tahapan resmi Konferensi PWI Sulut 2026–2031 yang akan digelar di Balai Wartawan Sam Ratulangi, Jalan Jenderal Sudirman No. 3, Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Mengacu pada AD/ART PWI, syarat pencalonan Ketua PWI Provinsi adalah pemegang ID Card dan sertifikat KTA Utama. Sementara untuk tingkat kabupaten/kota diwajibkan minimal KTA Madya.

Di Sulut, jumlah pemegang KTA Utama terbilang signifikan. Dari wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) misalnya, terdapat nama-nama seperti Erwin Winerungan, Faruk Langaru, Satrin Lasama, Junaidi Amrah, dan Konni Balamba.

Di Kabupaten Minahasa Utara, Raymond Wowor yang saat ini menjabat Ketua PWI Minut juga masuk dalam jajaran pemegang KTA Utama.

Sementara dari Kota Manado, muncul sejumlah figur seperti Merson Simbolon, Margaretha Lumanauw, Jimmy Saroinsong, Ammy Mahadika, Maicel Tumiwang, serta Fanny Loupati atau yang dikenal dengan sapaan Maemossa.

Adapun dari Kota Tomohon, terdapat nama Jhon Paransi dan Sintya Bojoh.

Beberapa di antaranya bahkan secara terang-terangan menyatakan siap bertarung.
“Saya sudah siap maju. Mohon dukungan dan doa kawan-kawan wartawan Sulut.

Saya pasti akan mendaftar,” ujar seorang wartawan senior pemegang KTA Utama yang meminta namanya belum dipublikasikan kepada PRONews5.com, Rabu (25/2/2026).

Sebelumnya, Pengurus Harian Persatuan Wartawan Indonesia Sulut dalam rapat bersama panitia yang dipimpin Ketua PWI Sulut, Voucke Lontaan, mematangkan seluruh tahapan konferensi.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Steering Committee (SC) Jimmy Senduk dan unsur panitia lainnya, menegaskan kesiapan teknis, jadwal tahapan, serta penambahan personel kepanitiaan.

Konferensi dijadwalkan berlangsung Selasa, 31 Maret 2026, dengan agenda utama pemilihan Ketua PWI Sulut dan Ketua Dewan Kehormatan (DK).

Tahapan krusial yang telah ditetapkan antara lain:

  • Pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS): 27 Februari 2026
  • Masa sanggah DPS: 28 Februari–6 Maret 2026
  • Pendaftaran bakal calon Ketua dan DK: 1–19 Maret 2026
  • Pengumuman DPT: 13 Maret 2026
    DPT final: 20 Maret 2026
  • Pengiriman dan verifikasi berkas calon: 20–25 Maret 2026

Ketua PWI Sulut, Voucke Lontaan, menegaskan bahwa konferensi harus berjalan demokratis dan sesuai Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT) PWI.

“Siapapun anggota PWI Sulut berhak mencalonkan diri. Tapi tentu harus memenuhi persyaratan sebagaimana diamanatkan PD/PRT PWI,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan panitia agar fokus pada tugas masing-masing, mulai dari pendanaan, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga teknis persidangan.
Dengan jadwal yang telah dikunci, konferensi ini diproyeksikan menjadi momentum konsolidasi sekaligus pertarungan gagasan di tubuh organisasi wartawan terbesar di Indonesia tersebut.

Dinamika yang mulai terasa sejak tahap pra-pendaftaran menunjukkan bahwa kontestasi 2026–2031 tidak sekadar formalitas, melainkan arena penentuan arah kepemimpinan PWI Sulut lima tahun ke depan.

[**/ARP]