MANADO, PRONews5.com – Ketua KIPRA (Kita Prabowo) Indonesia, Pdt. Dr. Indonesia Ferdinand Watti STh, MTh, mendesak Menteri Kesehatan mengevaluasi jabatan Direktur Utama Rumah Sakit Prof. dr. R.D. Kandou, dr. Starry Rampengan. Desakan itu disampaikan menyusul penilaian bahwa manajemen rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Utara tersebut belum mampu membenahi pelayanan secara signifikan sejak pergantian kepemimpinan.
Sejak dilantik, dr. Starry Rampengan dinilai belum menghadirkan terobosan konkret dalam mengatasi persoalan mendasar di rumah sakit. Sejumlah karyawan tidak tetap bahkan sempat menggelar aksi protes dalam beberapa waktu terakhir. Mereka mempersoalkan perubahan status pegawai yang telah mengabdi hingga 20 tahun menjadi outsourcing, serta ketidakjelasan sistem remunerasi.
Di sisi lain, keluhan pasien terkait antrean panjang dan lambannya pelayanan disebut masih terjadi. Hingga kini, belum terlihat kebijakan komprehensif yang secara efektif mengurai kepadatan pasien maupun memperbaiki sistem pelayanan berbasis manajemen modern.
Ferdinand menyatakan, sebagai bagian dari tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres serta pasangan Yulius Selvanus Komaling–Victor Mailangkay pada Pilgub Sulut, pihaknya semula berharap terjadi perubahan nyata dalam pelayanan kesehatan di RS tersebut.
“Harapan peningkatan pelayanan kesehatan belum terlihat. Demi kepentingan masyarakat Sulawesi Utara, saya meminta Menteri Kesehatan meninjau dan mengevaluasi jabatan Dirut RS Kandou,” tegas Ferdinand, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, evaluasi diperlukan agar tata kelola rumah sakit berjalan profesional dan berorientasi pada mutu layanan. Ia menilai, pembenahan harus dimulai dari kepemimpinan yang mampu menghadirkan kebijakan jelas, sistem antrean terintegrasi, kepastian status pegawai, serta transparansi remunerasi.
Hingga berita ini ditayangkan, wartawan PRONews5.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari dr. Starry Rampengan. Saat mendatangi kantor Rumah Sakit Prof. dr. R.D. Kandou pada Jumat sore, yang bersangkutan tidak berada di ruangan, sebagaimana disampaikan sejumlah staf.
Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Utara, perbaikan manajemen dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi kebutuhan mendesak guna memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, adil, dan profesional. (RED)
Sebagai media independen, PRONews5.com berkomitmen menyajikan berita akurat dari lapangan. Jika di kemudian hari ditemukan kekeliruan penulisan atau data, redaksi akan melakukan revisi dan klarifikasi sesuai kaidah jurnalisme yang bertanggung jawab.

