TOMOHON, PRONews5.com — Puluhan siswa dari tiga sekolah menengah di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (26/1/2026).
Insiden ini memicu respons cepat aparat kepolisian dan pemerintah daerah, dengan Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis, S.I.K. serta Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Gladys Adolfina Rumajar, S.E., M.I.Kom turun langsung memantau kondisi para korban di rumah sakit.
Kapolres Tomohon tiba di RS Gunung Maria Tomohon sekitar pukul 21.00 WITA, sementara Wakil Wali Kota hadir lebih awal sekitar pukul 20.00 WITA.
Keduanya memastikan penanganan medis berjalan optimal serta memantau langsung kondisi para siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan makanan.
Polisi Olah TKP dan Ambil Sampel MBG
Menyikapi peristiwa tersebut, Polres Tomohon langsung bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengambilan sampel makanan di dapur produksi MBG yang berlokasi di Jalan Kejaksaan Negeri Tomohon, Kelurahan Kolongan Satu, Kecamatan Tomohon Tengah.
Pantauan PRONews5.com, aparat kepolisian tampak mengamankan sejumlah sampel makanan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga berkoordinasi dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manado serta Dinas Kesehatan, guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan yang menimpa para siswa.
Koordinator Makanan Bergizi Gratis (MBG) Wilayah Tomohon, Stefania Runtuwene, membenarkan bahwa makanan yang dikonsumsi para siswa tersebut diproduksi dan didistribusikan dari Dapur MBG, Kelurahan Kolongan Satu.
“Benar, makanan dimasak dan didistribusikan dari dapur MBG Kolongan Satu. Dapur ini melayani 12 sekolah.
Berdasarkan data sementara, baru tiga sekolah yang melaporkan siswa mengalami keluhan,” ujar Stefania kepada PRONews5.com.

