Namun berdasarkan keterangan dari beberapa sumber di lapangan, konsultan pengawas CV Brysel Jaya Abadi jarang berada di lokasi, sehingga fungsi pengawasan teknis dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Data yang dihimpun menunjukkan proyek serupa telah dilaksanakan pada tahun 2022 di lokasi yang sama dengan anggaran sekitar Rp2 miliar lebih. Kini, nilai proyek meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp4,97 miliar.

Informasi lapangan menyebutkan, lonjakan anggaran tersebut awalnya disebabkan oleh rencana pengadaan tetrapod dari Surabaya yang dianggap berbiaya tinggi karena ongkos kirim.

Namun kenyataannya, tetrapod justru diproduksi langsung di lokasi proyek, sehingga menimbulkan dugaan adanya rekayasa perencanaan dan pembengkakan anggaran untuk kepentingan tertentu.

Hingga berita ini diterbitkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bernadus Salendeo belum memberikan tanggapan, meski telah dihubungi melalui pesan teks dan panggilan telepon pada Rabu (8/10/2025).

Sementara itu, PT Family Teknik Konstruksi sebagai pelaksana dinilai tidak mematuhi standar mutu pekerjaan sebagaimana diatur dalam dokumen kontrak dan pedoman teknis konstruksi.

Beberapa tokoh masyarakat Manado meminta agar instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.