MANADO, PRONews5.com– Pernyataan Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Manado, Sylvia Ransulangi, yang menyebut tak pernah menerima dana Peran Serta Masyarakat (PSM) ke rekening pribadinya, terbantahkan oleh bukti-bukti kuat yang dikantongi sejumlah sumber internal.
Investigasi mendalam PRONews5.com justru mengungkap adanya aliran dana tunai dan transfer yang diduga mengalir langsung ke sang kepsek, bahkan dengan perintah eksplisit untuk mengambil dana dari pengelola.
“Tidak pernah menerima aliran dana PSM dan tidak pernah ada dana masuk ke rekening pribadi,” tegas Sylvia melalui WhatsApp, Sabtu (1/5/2025).
Namun, pernyataan itu terkontradiksi dengan temuan di lapangan.
Berdasarkan keterangan saksi, bukti kwitansi, dan catatan transaksi, diketahui bahwa sebagian dana PSM justru ditarik langsung oleh kepala sekolah, bahkan ada yang diarahkan untuk disetor ke rekeningnya.
Sumber terpercaya PRONews5.com mengungkap bahwa dana PSM yang awalnya dikumpulkan melalui virtual account BNI sebesar Rp150.000 per siswa (kelas X-XII), mulai 2024 beralih ke setoran manual Rp50.000 akibat protes atas ketertutupan pengelolaan dana. Di sinilah muncul dugaan penyalahgunaan.
“Ada bukti transfer ke rekening pribadi beliau, juga beberapa kali dana ditarik tunai langsung oleh kepala sekolah atau atas suruhan beliau,” beber sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.
Lebih jauh, dana sewa kantin pun tak luput dari sorotan.
Beberapa penyewa mengaku diminta menyetor dana bervariasi antara Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan ke pihak sekolah—dan tidak semuanya melalui mekanisme resmi.

