Gugatan hukum atas kesalahan pembayaran tersebut kini tengah diproses di Polda Sulut.

“Kalau ditelusuri lebih jauh, kuat dugaan terjadi korupsi berjamaah atau kejahatan keuangan secara sistematis dalam proyek ini,” tandas Semmy.

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak GMIM atau Pemprov Sulut mengenai dugaan tersebut.

Namun publik menantikan kejelasan dan transparansi dari pihak-pihak terkait, terutama mengingat besarnya dana publik yang digunakan dalam proyek ini.

[*/ARP]