Tokoh masyarakat Sulawesi Utara, Rolly Wenas, menilai bahwa kunjungan tim peneliti China ini merupakan peluang besar bagi daerah.

Ia menekankan bahwa tanpa adanya undangan resmi, mereka datang dengan sendirinya untuk melihat langsung kondisi penelitian di Sulut.

Menurutnya, jika daerah ini mampu menyediakan laboratorium atau pusat penelitian khusus, maka akan semakin banyak ilmuwan dunia yang datang dan menjadikan Sulawesi Utara sebagai pusat penelitian global.

Kehadiran para ilmuwan ini diyakini dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Prof. Dr. Ir. Alex Kawilarang Warouw Masengi, MSc, bersama tim peneliti, menerima ikan purba coelacanth yang diserahkan oleh warga Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Jumat, 15 Januari 2025. Penemuan langka ini menjadi langkah penting dalam penelitian konservasi ikan purba yang hampir punah ini. (Foto. Peneliti Ixchel F. Mandagi/foto istimewa)

Sejak tahun dua ribu empat belas, Pusat Riset Oseanografi BRIN telah menjalin kerja sama dengan Institute of Oceanology – China Academy of Science (IOCAS) dalam penelitian kelautan di Kawasan Timur Indonesia.

Pada November 2024, BRIN bersama Unsrat telah melakukan penelitian ekologi dan biologi Coelacanth di perairan Bunaken dan Talisei, yang kemudian menghasilkan berbagai temuan penting terkait spesies ini.

Sebagai tindak lanjut dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, Tim PRO BRIN, IOCAS, IVPP, dan peneliti FPIK Unsrat akan mengadakan audiensi dengan pimpinan FPIK Unsrat pada Jumat, 22 Maret 2025, pukul 10.00 WITA di kampus FPIK Unsrat.

Audiensi ini bertujuan untuk membahas lebih lanjut program riset mendatang, termasuk penguatan kerja sama antara berbagai institusi ilmiah yang terlibat.

Audiensi ini akan dihadiri oleh sejumlah ilmuwan terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Augy Syahailatua dari BRIN yang bertindak sebagai ketua tim, Dr. Frensly D. Hukom dari BRIN, Dr. Ixchel Mandagi dari FPIK Unsrat, Prof. Dr. K.W.A Masengi dari FPIK Unsrat, Dr. Jiao Cheng dari IOCAS, Dr. Wang Zheng dari IOCAS, Dr. Min Hui, Prof. Jing Lu dari IVPP, Ass. Prof. Jia Jia dari IVPP, serta Mr. Heming Zhang dari IVPP.

Dengan kehadiran para ilmuwan dari berbagai negara, penelitian Coelacanth di Sulawesi Utara semakin mendapat perhatian dunia.

Langkah selanjutnya adalah memastikan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, agar peluang besar ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kemajuan ilmu pengetahuan, pengembangan riset kelautan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara.

[**/ARP]